“FILSUF FIKTIF”

Fiksi adalah info atau cerita tak nyata berdasarkan fantasi tentang masa lalu, kini dan depan.

Fiksi adalah semua info tak nyata berdasarkan fantasi tentang peristiwa masa lalu, kini dan depan.

Tak semua info tentang peristiwa masa depan adalah fiksi.

“Besok matahari akan terbit dari timur” bukanlah fiksi tapi peristiwa nyata masa depan.

Pernyataan “semua info tentang peristiwa masa depan adalah fiksi” adalah info fiktif.

Menolak pelaporan penodaan agama tak berarti membenarkan pemfiktifan kitab suci.

Membenturkan makna kata benda (fiksi) dengan makna kata adjektifnya, (fiktif) adalah bukti gagal gramatika.

Fiksi bukanlah tiada tapi “tiada yang diperlakukan sebagai ada”.

Fiksi bisa dianggap narasi hoax.

Filsuf di dunia hiburan berkedok talk show adalah orang yang ngomong ngawur dengan argumen fiktif.

Disebut kitab suci justru supaya tak difksikan.

Disebut kitab suci supaya tidak diperlakukan sama dengan kitab dan buku lain karya manusia.

Disebut kitab suci supaya tidak dijadikan bahan pembenaran celoteh ngawur capres soal Indonesia akan punah.

Disebut kitab suci supaya mulut tak berasuransi tak menyamakannya dengan novel.

Filusuf menyampaikan pandangan karena tanggungjawab intelektual. Fulusuf menyampaikan pandangan karena pesanan.

Fulusuf tentu toleran terhadap semua penganut agama karena menganggap Tuhan, agama dan kitab suci sabagai fiksi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed