FPKS: Orang AKKBB yang Memprovokasi Juga Harus Diusut

Pengusutan insiden Monas jangan pandang bulu. Tidak hanya Front Pembela Islam (FPI), polisi juga diminta menangkap oknum Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang melakukan provokasi.

“Penyelesaian hukum kasus Monas harus dilakukan terhadap kedua pihak secara adil dan obyektif. AKKBB yang terbukti membawa senjata api dan ikut mengajak pihak-pihak lain terlibat juga harus ditangkap,” kata Ketua FPKS Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/6/2008).

Penyelesaian yang dilakukan sepihak, menurut Mahfudz, akan menimbulkan persoalan baru. Karenanya polisi harus bijaksana mengatasi masalah ini.

“Jika proses hukum dilakukan sepihak dikhawatirkan justru memicu kemarahan,” ujar dia.

Mahfudz juga meminta para pimpinan parpol dan ormas ikut mendamaikan suasana agar perdamaian dan persatuan umat Islam tercipta.

Sementara anggota FPG Yuddi Chrisnandi menuturkan, penyelesaian kasus Monas harus dilakukan secara terbuka. Semua pihak diminta menyerahkan penyelesaian kasus kepada pemerintah agar dapat mencari solusi terbaik.

Yuddi juga berharap, pihak Amerika Serikat (AS) yang ikut memberikan komentar tidak terlibat. “Ini urusan rumah tangga kita. Tidak perlu pihak lain turut berkomentar. Percayalah tanpa desakan AS pemerintah kita dapat mengatasinya,” pungkas Yuddi. (detikcom)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. “Akhirnya datang juga….. pembela FPI”. Saudara kandungnya ternyata tidak bisa bersembunyi lagi melihat adik-nya dikeroyok, hahahaha…. PKS=FPI dalam wajah “santun”. Ternyata kecurigaan selama ini mulai terbukti benar, FPI jadi “bad cop” dan PKS jadi “Nice cop” nya, aslinya kedua itu saudara kandung. Habib Rejeck punya kartu anggota PKS gak ya?! Hahaha

News Feed