Fresh News! Baghdad Mencekam: Syiah vs Amerika

baghdad-mencekam-syiah-vs-amerika.jpg

Ketegangan terus membuncah di Iraq pasca pertikaian antara militer Iraq dan militan Syiah. Sebagai langkah pengamanan, jam malam akhirnya diberlakukan mulai Kamis (27/3) lalu hingga Minggu (30/3) besok pukul 05.00.

Konflik bersenjata di Basra, selatan Iraq, total menelan korban lebih dari 105 orang. Sedangkan di Baghdad, yang tewas puluhan orang. Perang tersebut bermula ketika pemerintah menerjunkan sekitar 30 ribu serdadu dan polisi untuk memerangi kelompok Syiah pimpinan ulama radikal Moqtada al-Sadr.

Pada Rabu (26/3) lalu, Perdana Menteri Nuri al-Maliki memerintahkan militan Syiah menyerah kepada tentara Iraq dalam batas waktu 72 jam hingga Sabtu (29/3) hari ini. Namun, Maliki akhirnya memperpanjang batas penyerahan diri hingga sepuluh hari. “Semua yang memiliki senjata berat atau menengah harus menyerahkannya kepada tentara keamanan mulai 28 Maret hingga 8 April. Sebagai ganti, mereka akan diberi uang,” tandas Maliki di kantornya, Baghdad.

Sadr menyatakan, dirinya sebenarnya tak ingin darah tertumpah. “Semua orang mencari jalan keluar politik dan melakukan aksi damai untuk menghentikan darah warga Iraq tertumpah,” tukas Sadr melalui utusannya, Hazem al-Aaraji Hazem al-Aaraji. Wakil Sadr kemarin (28/3) menyatakan belum berencana untuk berunding dengan pemerintahan Maliki. (AP/AFP/BBC/Jawapos)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Kenapa harus militansi-militansi yg mempertahankan harkat dan martabatnya yg harus menyerahkan senjatanya? Bukankah sisetan besar Amerika yang membuat kerusakan dan harus enyah dari persada Irag. Begitu pandai dan hebatnya Amerika mengadu domba warga Iraq. Mereka tdk perlu repot2 berhadapan dng militan tapi menuai hasilnya. Atau pemimpin Iraq yang terlalu bodoh untuk menilai The Big Satan America

News Feed