From Jember with Love

white-rose

Inilah  taman raksasa tempat aku bermain. Namanya terlanjur terpahat dalam memoriku dengan segala perniknya.

Di lorong-lorongnya aku bermain petak umpet. Setiap kali libur dari pondok, aku bersama teman-teman berlagak regu petualang menyusuri pematang-pematang di permadani hijau di belakang gudang kulit, sambil mencari capung dan memburu belut. Di kota ini biasanya di siang hari teriakan bocah-bocah yang menjajakan es lilin terdengar riuh rendah mengikuti angin di siang hari.

Itu 30 tahun lalu.

Kini aku sedang berada di sana mencoba merajut buhulan-buhulan sejarah. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa berhutang budi pada kota kecil ini.

Dari kota Jember, aku memohon maaf dan doa kepada anda semua.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Semua orang ‘pasti’ punya tempat kenangan baik kenangan buruk/menyenangkan, entah kenangan masa kecil, masa muda, masa pacaran, masa sekolah, masa kuliah dan lain-lain yang mana tempat kenangan itu akan menjadi inspirasi hingga menjadi tempat untuk reuni di hari tua kelak. Bahagianya bagi sesiapa yang bisa menjadikan suatu tempat adalah tempat kenangan yang indah sehingga bisa bercerita ke anak cucu nanti, kita turut prihatin kepada saudara-saudara kita yang tempat kenangannya kini sudah hilang. Hilang karena bencana alam adalah hal yang tidak bisa kita tolak, yang menyakitkan adalah tempay kenangan itu hilang karena di ‘geser’ atau di ‘musnahkan’ untuk membangun Mall, Real estate, VVIP Meeting Point dan sederet bangunan yang gak perlu yang akhirnya mengalahkan tempat yang tak ternilai karena sejarah dan kenangannya. (Mengenang empang Haji Napi 1976-1993)

  2. damai, tenang, gemah ripah loh jinawi. semoga ust selalu dalam lindungan-Nya dan selalu mendapat perhatian khusus dari Rasulullah, keluarga sucinya dan para pejuang pembela kebenara. allah huakbar 3x salawat 3x

  3. Hidup itu bagaikan mampir ngombe, hanya sebentar, dan pasti akan melnjutkan perjalanan menuju tujuan yang pasti yaitu menuju Sang Pencipta. jadi hidup yang hanya sebentar ini jangan sampai dinodai dengan kenangan-kenangan yang buruk. mari kita buat kenangan yang indah, yang etis, dan yang romantis.
    Kenangan masa kecil akan berlalu dan insya Allah akan indah dikenang karena masih steril dari dosa, malaikat belum mau mencatat.
    Tapi kenangan menginjak dewasa dan tua harus diisi dengan kenangan yang diridhai Allah SWT.
    Kenangan atau memori itu akan kita nikmati kelak di Hari Kemudian. Mudah-mudahan kita dijauhkan dari perbuatan maksiat yang berakibat kenangan buruk bagaikan nightmare.
    Wassalam.

News Feed