GANTI PRESIDEN?

Dia berwatak feodal dan juragan dalam segala situasi. Bila berbicara, selalu meledak-ledak meski terkesan menyusun diksi bareng saat bicara. Selalu berusaha tampil berwibawa dengan bahasa tubuh dan lisan. Saking semangatnya ia terlihat tak mampu mengatur nada sehingga yang terdengar seolah sedang marah di hadapan sekompi kopral. Dia mungkin menganggap wibawa sebagai bentukan perawakan, bukan kepribadian.

Postur dan gestur menkonfirmasi ambisi raksasa “melayani rakyat” di baliknya meski gagal menyembunyikan getar suara yang mengesankan kegamangan.

Sedangkan dia adalah antitesanya. Outlooknya terlalu biasa. Gaya bahasanya bisa dianggap standar. Kesederhanaan dan kejujuran adalah andalannya, bukan pangkat kemiliteran, bukan gelar akademik dan pasti bukan karena postur tubuhnya yang sangat sipil.

Ternyata di balik kelembutannya, ada kharisma natural. Di balik wajah ndeso itu ada keberanian. Ia sudah menjadi gawang aneka fitnah. Kaum intoleran membencinya.

Ganti presiden 2019?

News Feed