Gedung Putih Tolak Ajakan Debat Ahmadinejad

 nejad-bush3.jpg

Tahun lalu, Ahmadinejad menantang Bush dalam debat publik sebelum berangkat ke markas PBB. Gedung Putih menolaknya seraya menganggapnya sebagai tawaran tidak serius.


Untuk menegaskan keseriusannya, tahun ini, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, pada Minggu (16/9/07), mengulangi lagi tawarannya. Ia mengusulkan untuk mengadakan sebuah debat publik dengan koleganya dari AS, George W. Bush, di Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan ini dan suatu “referendum global” untuk memutuskan siapa yang benar.

“Tujuan kami adalah untuk memecahkan permasalahan global,” lanjutnya. “Ia (Bush) bisa menjelaskan pendapatnya dan saya menjelaskan pendapat saya. Wakil dari 200 negara bertemu di sana dan mereka dapat menilai,” katanya.

Gedung Putih mengatakan tidak akan ada debat antara Presiden Iran dengan Presiden AS, dalam kesempatan sidang Majelis Umum PBB.

“Saya rasa hal itu tidak akan terjadi,” Jurubicara Gedung Putih Dana Perino mengatakan hal itu satu hari setelah Presiden Ahmadinejad melemparkan tantangan tersebut dalam sebuah wawancara dengan televisi Iran

Perino mengkonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan visa bagi Ahmadinejad untuk menghadiri pertemuan di New York yang dijadwalkan pada 25 September hingga 3 Oktober itu.

Sementara itu, seorang kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, menyarankan agar Ahmadinejad tidak diizinkan untuk menghadiri Majelis Umum PBB pada minggu depan.

“Saya berpikir, undangannya harus dibatalkan,” kata Romney.

Pada Januari lalu, kandidat “hawkish” ini menyerukan sanksi yang lebih keras terhadap bangsa Iran untuk mengisolasi negeri itu dan memaksanya menghentikan program nuklir.

September tahun lalu, saat masih menjadi gubernur di Massachusetts, Romney memerintahkan semua institusi negara bagian yang dipimpinnya untuk menolak setiap permohonan bantuan, jika diminta, saat mantan presiden Iran, Mohammad Khatami, mengunjungi Massachusetts. [irm/AFP/Presstv/ICC-Jakarta]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments

  1. Bush tahu diri dan tahu posisi, kalau dia memaksakan diri diatas kertas mereka berhitung tidak mungkin berhasil menutup semua kedok dan double standardnya maka dari pada malu dua kali dan kalah dikandang sendiri mending anggap tidak serius hal yg amat serius…

  2. Mungkin US sibuk dengan urusan lain…debat ndak ada untungnya malah merugikan….hal ini bahkan bisa menjerumuskan US ke dalam keaiban

  3. Salam ‘alaikum.
    Melalui debat, kemenangan mendapatkan pembenaran/dukungan dari para pendengar langsung setelah debat berlangsung belum tentu diperoleh. Debat belum tentu bisa mengubah mind-set berpikir para pendengar debat secara instan (ya, mengubah mind-set umumnya butuh perenungan yg sifatnya tidak instan). Tapi, setidaknya debat menjadi salah satu pintu agar orang lain mendengar, membanding, & mempertimbangkan.

    Ada hal lain yg juga penting, yaitu bhw debat di forum resmi biasanya didokumentasikan, dan ini akan menjadi bahan renungan yg terekam lestari utk dibaca, diulas, & dikaji oleh lebih banyak pihak dalam rentang waktu melintas zaman; dan yg optimis akan berkata, “Kebenaran akan unggul, dan kebatilan akan sirna.”

    Selain itu, tantangan debat Pak Ahmadinejad juga mencerminkan semangat adu argumen kebenaran melalui kekuatan logika & ilmu pengetahuan berhadapan dgn koar-koar busuk antilogika & penuh hawa-nafsu perang dari USA & Zionis.

    Salut dgn keberanian Pak Ahmadinejad menantang debat.
    Salam ‘alaikum.

  4. Ini adalah salah satu contoh orang yg salah pengecut tidak punya pendirian dll klu ana sih ngak heran karena pernah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAWW pd saat Nabi mengajak MUBAHALAH terhadap pendeta yahudi, pasti Ahmad dinejad mengikuti contoh tersebut karena beliau seorang MUKMIN jadi jelas lah sapa yang salah kan

  5. ..ya baguslah…..salut buat pak ahmad 😀

    tapi kenapa yak…banyak banget muslim di Indonesia yang pengennya cuman debaaatttt mulu….sampe ga sempat beribadah :D….

News Feed