Skip to main content

Giliran Muhaimin Iskandar yang Ditendang

By March 27, 20084 Comments

Kabar buruk berhembus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Muhaimin Iskandar resmi dicopot dari jabatan Ketua Umum partai besutan KH Abdurrahman Wahid.

Kaget! Mungkin itulah yang dirasakan Muhaimin Iskandar saat dilengserkan dari jabatan Ketua Umum PKB. Bahkan Muhaimin tidak kuasa berkomentar apapun saat keputusan itu muncul.

Keputusan itu ditempuh melalui voting dalam rapat pleno DPP PKB di kantor DPP PKB, Kalibata, Jakarta Selatan. Mayoritas anggota rapat menghendaki Muhaimin mundur dari jabatannya.

Dalam rapat tersebut tersebut berkembang tiga opsi mengenai kepemimpinan Muhaimin, yang salah satuya adalah opsi Muhaimin mundur dari jabatannya. Sedangkan dua opsi lain yang turut divoting adalah digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB) dan opsi menolak MLB. Tiga suara menginginkan MLB, dua orang menolak MLB dan 20 orang menginginkan Muhaimin mundur.

Ini bukan kali pertama Gus Dur berselisih dengan orang terdekatnya. Sebelumnya, Mathori Abdul Jalil, Alwi Shihab, Khoirul Anam, dan Khofifah Indah Parawansa. Muhaimin Iskandar selama ini dikenal sebagai kader andalan cucu pendiri NU itu.

Isu Muktamar ternyata menjadi pemicu lengsernya Muhaimin Iskandar dari jabatan Ketua Umum PKB. Muhaimin dituduh membangkang dengan menggalang dukungan untuk menggelar Muktamar.

“Kata Gus Dur itu berarti menantang. Karena dia nantang apapun motifnya harus disampaikan ke rapat, dan akhirnya memicu voting,” terang mantan pengurus DPP PKB Mahfud MD, saat berbincang dengan okezone, Kamis (27/3/2008).

Mahfud mengatakan, isu Muhaimin menggalang dukungan untuk muktamar diperoleh Gus Dur dari seorang Kiai dan atas laporan dari beberapa pengurus PKB di daerah.

 

“Pencopotan ini sudah kita duga dari awal. Karena sebenarnya, yang bikin ruwet ya dia sendiri. Sekarang dia menuai hasil karyanya sendiri,” ujar mantan fungsionaris PKB Choirul Anam kepada okezone, Kamis (27/3/2008).


Menurutnya, semua kekacauan yang ada di tubuh PKB berawal dari Muhaimin Iskandar. Muhaimin menginginkan semua fungsionaris yang ada di tubuh PKB adalah orang-orangnya. Dan orang lain disingkirkannya.


“Partai dikelola seenaknya. Sekarang biar dia tahu,” sahut politisi yang biasa dipanggil Cak Anam ini sambil tertawa-tawa.


Menurutnya, salah satu rekayasa yang Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lakukan adalah Muktamar II Semarang 16-18 April 2005 2005. Mukatamar Semarang merupakan tandingan dari Muktamar Surabaya yang dianggap oleh Muhaimin tidak sah dan tidak sesuai dengan AD/ART PKB.


“Pangkalnya kan itu. Muktamar Surabaya yang sudah sesuai dengan AD/ART tidak dia anggap sah. Lalu dia bikin muktamar Semarang,” jelas Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKNU ini.