“Gue Israel Loh…”

Tulisan di bawah ini membatalkan niat saya untuk menuliskan pengalaman saya saat menonton di Megaria film Quantum of Solace, melihat wanita dari wilayah Indonesia timur, yang mengenakan kaos bergambar bendera Isarel . silakan membacanya.

Dalam perjalanan pergi ke kantor di pagi hari dengan sepeda motor, di tengah keramaian lalu lintas Jakarta, seperti biasa saya mengambil sisi kiri jalan untuk dapat melaju lebih lancar. Saya dikejutkan dengan stiker yang ditempelkan di bagian belakang motor di depan saya. Tentu stiker ini tidak akan mempunyai makna apapun bila tidak ada kejadian yang mengharubirukan siapapun yang masih punya hati nurani melihat kebiadaban bangsa penjajah di Timur tengah sana pada pekan-pekan ini.

Stiker ini berupa bintang sudut enam berwarna putih, Bintang David. Ya, semua orang yang mengikuti perkembangan berita dunia tahu tentunya bahwa ini adalah simbol kebanggaan dan kejayaan bagi bangsa Israel. Tapi sayangnya kebanggaannya itu adalah dengan mengorbankan ribuan nyawa tak bersalah. Dan kejayaan yang dicita-citakannya adalah berdiri di atas pondasi berupa tumpukan tulang-tulang yang direkatkan dengan gelimangan darah ribuan manusia. Mengerikan.

Saya gemas sekali melihat stiker ini. Rasanya saya ingin benar-benar menegurnya apakah ia masih mempunyai nurani dan sensisitivitas atau memang ia tidak tahu atau benar-benar menantang. Tapi saya cuma bisa berdiam diri saja dengan banyak alasan dan memendam kegemasan tentunya.

Dan anehnya sore hari itu pula, di saat dalam perjalanan pulang, kembali saya menemukan stiker itu lagi. Kalau stiker yang saya temukan di pagi hari itu cuma Bintang David putih saja, kali ini benar-benar Bintang David berwarna biru di antara dua strip. Nah…kalau yang ini benar-benar bendera Israel, si penjajah La’natullah. So, saya meyakini benar bahwa orang ini benar-benar tidak sensitif. Saya kira ia benar-benar menantang dengan pemajangan stiker itu. ”Nih Gua Israel Loh…”.

Dan kali itu saya benar-benar ingin menghentikannya, tapi ditegur oleh istri saya.

”Jangan emosi, mungkin dia benar-benar orang Yahudi,” istri saya memperingatkan.

”Loh, kalau ia memang orang Yahudi, tidak selayaknya ia bersikap demikian karena ia hidup di tengah mayoritas Muslim yang sedang prihatin dengan kejadian di Palestina dan Libanon itu, dong,” tangkis saya panjang.

”Saya hentikan dia saja yah, saya marah nih, bener, swer…!”

”Tidak usah, percuma, ini bukan karena Allah kok ” kata istri saya.

”Loh, ini benar karena Allah, saya marah karena Allah kok, melihat kedzaliman ini.”

”Iya memang benar marah, tapi biasanya kalau sudah marah orang biasanya tidak bisa berpikir rasional lagi. Sudahlah saya tidak mau ribut, sekarang pun sudah maghrib lagi.”

Lagi-lagi saya tidak mampu untuk berbuat apapun. Saya cuma bisa omong besar doang. Di tengah penyesalan dan pemakluman di hati bahwa ini merupakan selemah-lemahnya iman karena tidak bisa dengan tangan ataupun bahkan dengan mulut merubah suatu kedzaliman ini, saya berpikir kok bisa-bisanya saya menjumpai bintang ini dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dan saya berpikir apakah orang-orang sudah tidak mempunyai nurani lagi tentang hal ini setelah kasus Dani Dewa yang memakai Bintang David saat pertunjukkannya. Entahlah…tapi yang paling diuntungkan tentunya Israel juga. Dengan pemajangan simbol ini secara tidak langsung merupakan upaya pengakuan eksisntensi dari Israel itu sendiri di muka bumi ini.

Tentunya kita tidak pernah lupa, bahwa bangsa yahudi adalah bangsa yang sangat menyukai simbol-simbol. Dan menjadikan simbol paling utama dari keberadaannya adalah Bintang David itu sendiri. Maka dalam suatu kesempatan, di sebuah milis, setelah akuisisi Indosat oleh perusahaan Singapura dan ditengarai dimiliki oleh perusahaan investasi milik Israel, saya dikecam oleh para peserta milis ketika mengungkapkan hal ini. Tapi faktanya benar-benar bahwa simbol Indosat adalah gradasi dari Bintang David. Ini meneguhkan pernyataan bahwa bangsa Yahudi ini sangat penyuka dengan simbol dan perlambangan.

Dan kasus terbaru tentang Bintang David adalah pemakaian lambang ini oleh Tora Sudiro di acara Extravaganza. Hidayatullah.com memberitakannya sebagai berikut:

Sebagaimana diketahui, TransTV, pada Senin tanggal 7 Agustus 2006 lalu saat acara hiburan, Extravaganza, salah seorang pemainnya, Tora Sudiro, mengenakan sebuah kalung terbuat dari ‘Bintang David’. Sebuah lambang kebesaran Yahudi.

Dalam tayangan tersebut, pihak TransTV berupaya untuk mengelabuhi pemirsa dengan cara menutup dan mengaburkan simbul penjajah yang kini sedang menyerang Palestina dan Libanon itu.

(http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3447&Itemid=65)

Kembali ini meneguhkan bahwa betapa banyak orang Indonesia yang sudah tidak mempunyai sensitivitas dan hati nurani lagi untuk berempati dengan saudaranya sendirinya. Bahkan kalau kita runut ke belakang betapa ghozwul fikri ini sudah merambah ke sekolah-sekolah, sehingga dengan bangganya para siswanya membuat grafiti dan coretan-coretan di banyak dinding dengan lambang Bintang David yang ditengahnya terdapat huruf besar-besar: ISRAEL.

Atau jangan-jangan saya yang aneh karena memikirkan kulit saja daripada substansi. Tapi bagi saya, untuk kali ini, kulit dan substansinya adalah sama saja, yakni representasi dari kebiadaban dan keganasan Iblis berbulu domba (emang ada…? biasanya diilustrasikan oleh barat sebagai iblis berkepala kambing)

Ah…saya harap ini cuma segelintir orang saja di tanah air tercinta ini. Yang bahkan perlu diwaspadai lagi adalah jasadnya secara fisik melayu tapi pikiran, tindak tanduknya, fatwanya, lidahnya adalah kepanjangan dari yahudi itu sendiri. Ini dia yang bisanya menusuk dari belakang. Menggunting dalam lipatan. Lempar batu sembunyi tangan. Dan penuh sifat kelicikan dan kepengecutan. Sungguh ini yang perlu diwaspadai.

Ah, terlalu banyak omong dan mencela seringkali melupakan aib diri sendiri. Semoga kegeraman ini berlanjut untuk tidak selama-lamanya dengan selemah-selemahnya iman. Semoga mulut saya dan tangan saya bisa membantu saudara-saudara saya di sini dan di sana. Harap saya yang senantiasa meluncur ke langit. Berharap menembus pintu-pintuNya. Semoga.

Celaan, ejekan, makian, hinaan, cacian, kutukan sila ajukan ke: riza.almanfaluthi at pajak.go.id

http://dirantingcemara.wordpress.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 comments

  1. Syukurlah di tengah-tengah komunitas kecil saya lambang yang sama tercetak di atas alas kaki alias sandal jepit.

    Meski sekedar menginjak2 lambang itu setiap hari, setidaknya kami punya sedikit rasa lega di hati.

    Dan dengan memakai sandal tersebut kemanapun kami pergi, kami senantiasa menjaga kesadaran bahwa lambang2 para kawula setan itu memang tak layak kami hargakan tinggi selama-lamanya, dimanapun kami berada.

    Sebaliknya, lambang2 itu memang lebih pantas kita injak-injak hingga hancur dan tak berujud lagi. Saat ini semua itu baru ada di benak kami, tapi kami berharap, suatu saat impian terbesar kami ini akan mewujud nyata di Palestina sana.

  2. Prasangka baik yang paling maksimal bisa kita kemukakan adalah…bahwa mereka adalah kelompok manusia “Bahlul” yang bener-bener gak tau realitas sekitar mereka.
    Wallahu’alam

  3. Tapi bagi beberapa kalangan memang yahudi itu bangsa pilihan ustadz, sampai-sampai mereka memiliki kefanatikan mutlak kepada bangsa pilihan menurut mereka ini, tanpa melihat fakta dan kemanusiaan, mrk juga tidak mau diberi argumen, ibarat kaum nabi Nuh, mrk slll menutup telinga dan mata ketika disodori argumen fakta. mrk menerapkan standar ganda, pemberitaan dari sisi arogansi mrk nyatakan benar sementara berita dr timut tengah menurut mrk tidak valid. paham materialis dan paham cahaya memang tidak bisa dipertemukan ustadz.

  4. Kalau disebut “Manusia Bahlul” masih tidak layak, apakah mereka itu benar-benar manusia? Mungkin bagi anda” yang sering berangkat/pulang kerja melintas jalur jalan raya pasar minggu (pancoran) – depok atau sebaliknya anda akan menemukan sebuah mobil panther warna biru tua dengan pongah melintas lalu lalang hampir setiap hari. Kenapa saya sebut ‘PONGAH” karena di pintu kiri-kanan terpasang dengan jelas stiker “MENORAH” (Tempat Lilin Kebanggaan ‘mahluk’ Israel) dan di jendela belakang mobil tersebut juga terpasang stiker menorah berukuran agak kecil dan juga lambang Bintang Daud. Entah siapa “mahluk-mahluk” ini sebenarnya dan punya kepentingan apa mereka mempropagandakan simbol-simbol Zionis. Apakah memang dengan sengaja memancing ’emosi’ masyarakat kita? Atau memang mereka hanya sekelompok “MAHLUK BAHLUL” yang cari sensasi…..?? Kita tanyakan pada rumput yang bergoyang du..du..du..du…ooo..ooo!!!

  5. Setahu saya, simbol-simbol israel or yahudi memang sudah familiar dan menjadi tren di mayoritas masyarakat indonesia terutama remaja. walopun mayoritas muslim, tapi mayoritas juga awam or tidak mau tahu. Dan mereka ini memang jumlahnya sangat banyak. Saya yakin, kita semua pasti amat sangat geram. Jadi tindakan nyata apa yang sebaiknya kita ambil?

  6. Assalammualaikum wr.wb
    Sama seperti anda,saya pun mengalami kecamuk luar biasa di dalam hati. Banyak informasi melalui internet yang membuka mata saya selebar2nya. Zionisme ada di sekitar kita! Bersabarlah..bertawakal,yakin kepada ALLAH SWT

  7. bahwasanya Allah SWT pasti melindungi orang2 yg selalu mengingatNya dan tetap memegang teguh Alquran dan hadits. Mungkin hal kecil yg bisa kita lakukan mulai memperingatkan,mengingatkan saudara2 kita,teman2 muslim terdekat u lbh mewaspadai
    Zionisme

  8. dan juga mengenalkan disertai penjelasan lambang2 dan simbol2 zionisme terutama kpd saudara2 kita yg msh remaja sebagai upaya bentuk antisipasi agar mereka tdk memakainya dlm bentuk apapun dikarenakan mungkin mengikuti teman ,ikut2an tren,dsb.

  9. Karena dari byk sumber di internet byk remaja di indonesia yg tdk paham dgn makna simbol2 tsb.kebanyakan asal memakai saja.mmg inilah salah1 upaya zionisme,agar simbol2 mereka disukai olh org2 muslimin ,naudzubillahi min dzalik.
    Wassalam wr.wb

  10. Kalau anda jalan jalan ke Manado banyak kendaraan motor/mobil yang menempel sticker bahkan bendera ISRAEL…Mengapa…??? Karena mereka tidak membenci ISRAEL…KEJAHATAN bisa dilakukan siapa saja,,,termasuk TERORIS yang melakukannya membawa bawa nama agama(islam)…Ironisnya mereka di anggap pahlawan…apakah itu bisa dibenarkan…???? Dengan membakar simbol simbol ISRAEL (yang dibuat dan dibiayai sendiri) apakah itu perbuatan cerdas…??? Lebih dari itu apakah ISRAEL akan berubah dengan membakar simbol simbol mereka…???

News Feed