Skip to main content

Gus Dur Minta Masyarakat Tak Berlebihan Sikapi Film “Fitna”

By March 29, 20084 Comments

Bekas Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengatakan, pengaruh publikasi film “Fitna” tidak akan menjadi faktor pemicu kebencian dan ketegangan masyarakat beragama di Indonesia terhadap Islam.

 

“Ah, enggak ada kebencian terhadap Islam. Enggak ada ancaman. Wong pemerintah Belanda sudah larang film itu beredar. Kalau konflik kelompok, kan, malah sudah ada lebih dulu. Tidak terkait dampak film itu,” kata Gus Dur seusai diskusi hari Sabtu, di Radio Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/3/2008).

 

Lebih lanjut Gus Dur mengatakan, jika mengikuti prinsip Islam, pihak muslim menolak beredarnya film itu. Sedangkan, dari sudut pandang Undang Undang Dasar 1945, kata Gus Dur, masyarakat beragama tentu harus membuka ruang diskusi untuk menyikapi film itu.

 

“Tetapi OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang Indonesia termasuk anggotanya, sudah memutuskan bahwa film itu dilarang. Jadi kalau menurut saya, ya, antara dua itu,” ujarnya.

 

Gus Dur meminta masyarakat tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil karya film itu. “Monggo. Enggak usah melarang. Pemerintah tidak akan berani melarang, wong pengecut,” ujar Gus Dur.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, video film dengan durasi 15 menit itu memuat potongan ayat-ayat Al-Quran di antara gambar pidato ulama radikal Islam, dan juga gambar-gambar tindak kekerasan. Video tersebut dimuat di situs video sharing LiveLeak.

 

Film berjudul Fitna itu dirilis meskipun himbauan dari pemerintah Belanda agar tidak dilanjutkan. Akibat publikasi film itu, timbul ketegangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. (okezone)