HABIB BUKAN AHLUL BAIT (Bagian 9)

Induk semua keburukan adalah kezaliman. Kezaliman secara etimologis berarti kegelapan (ظلم). Kegelapan adalah nircahaya.
Kezaliman secara terminologis adalah “tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya” yang juga berarti “meletakkan sesuatu pada tempat yang salah”. Kufr disebut kezaliman intelektual karena menutupi akal hingga masuklah ke benak pikiran-pikiran invalid seperti syirik dan penafian kenabian.

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَٰعَةٌ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Kezaliman oleh siapapun adalah penghalang anugerah kemuliaan. Allah berfirman:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

Ayat di atas mengandung makna mutlak (tak berbatas dan tak menerima pengecualian) mencakup siapapun yang pernah melakukan kezaliman sekecil apapun walau sekejap, mencakup kezaliman yang sudah dihentikan dengan taubat dan tidak karena zhalim adalah predikat atas pelaku kezaliman secara umum.
“Amnatku tak mengenai orang-orang zalim” merupakan premis tegas bahwa di antara dzurriyah Ibrahim ada orang-orang tidak zalim yang mendapatkan amanat Allah dan adanya orang-orang zalim yang mendapatkannya (At-Tibyan karya Ath-Thusi juz 1 hlm. 449, Asy-Syafi karya Al-Murtadha juz 3, hlm. 139, Majma’ Al-Bayan karya Ath-Thabarsi juz 1, hlm. 202.).

Dzurriyah Ibrahim AS terbagi empat kelompok;
1. Zalim sepanjang hidup;
2. Suci dan bersih sepanjang hidup;
3. Zalim pada mulanya lalu bertaubat pada akhir hidup;
4. Bersih pada pada mulanya lalu zalim pada akhir usianya.

Manakah yang diinginkan menjadi imam dari dzurriyahnya?

Tidaklah logis andai Ibrahim meminta cucunya pada kategori pertama dan keempat untuk menjadi imam karena karena pelaku kezaliman jelaslah tak dapat diberi amanah.

Karena Allah telah menafikan imamah bagi pelaku kezaiman, maka tersisa dua kelompok dzurriyah. Dzurrriyah pada kategori ketiga gugur ketika ada dzurriyah kedua yang sama tidak melakukan kezaliman. (Al-Mizan karya Thabathabai, juz 1 hlm. 274).

Dari Ibrahim lahirlah Ishak dan Ismail. Dari situ terjuntailah dua garis ras Ishak dan Ismail. Quraisy adalah suku musta’rib yang merupakan keturunan Ismail. Di antara banyak orang dari keturunan Quraisy terbentuklah ragam klan. Salah satunya adalah Bani Hasyim. Di antara banyak orang hasyimi, Muhammad SAW adalah pribadi suci yang memenuhi kateogori kedua dalam klasifikasi dzurriyah Nabi Ibrahim di atas. Karena Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan Nabi Ibrahim AS, maka keturunan Nabi Muhammad pun adalah keturunan Ibrahim.

Atas dasar itu, prinsip ini berlaku secara universal. Allah SWT menetapkan melalui sebuah surah bahwa paman Nabi SAW yang juga cucu Ibrahim sebagai penghuni neraka. “Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).” (Al-Masad : 3).

Allah berfirman “(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.” (QS. Annisa : 23).

Nabi SAW bersabda : “Aku sama sekali bukanlah bekal kalian kelak. (Ahkam Al-Qur’an karya Al-Jazshashah, juz 1, hal. 102). Diriwayatkan pula, “Siapa yang lambat amalnya, garis keturunannya tidak akan mempercepatnya.” (Ahkam Al-Quran, juz 1, hal. 102, Al-Majazat An-Nabawiyah, hal. 402, Musnad Ahmad, juz 2, hal. 252, Shahih Muslim, juz 8, hal. 71, Nahjul Balaghah kompilasi Syarif Radhi , juz 4, hal. 6 dalam riwayat Imam Ali).

Atas dasar itu pula, anak-anak Nabi Muhammad SAW terbagi dalam empat kelompok di atas. Habib Muhammad SAW dan 12 habib yang menjadi pengawal agama adalah habib suci sempurna. Sedangkan habib-habib lain terdisitribusi ke tiga kelompok lainnya.

Habib yang suci wajib dicintai, dihormati dan dipatuhi karena menjadi teladan sempurna bagi umat manusia. Sedangkan habib yang tidak suci tapi baik wajib dihormati karena kebaikannya dan karena penghormatan kepada Nabi dan orang-orang suci yang terhubung secara genetik dan biologis dengannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed