loading...
HABIB DAN PRIVILEGE
HABIB DAN PRIVILEGE. Ke-Habib-an bukan citra dan privilege tapi beban dan tanggungjawab. Tak dikenal habib juga bukan habib bisa menjadi karunia keleluasaan.

HABIB DAN PRIVILEGE

Ke-Habib-an bukan citra dan privilege tapi beban dan tanggungjawab.

Tak dikenal habib juga bukan habib bisa menjadi karunia keleluasaan.

Kesalahan yang dilakukan non habib dianggap sebagai peristiwa personal.

Kesalahan personal seorang habib divonis sebagai kesalahan impersonal.

Habib yang meyakini kesucian sebagai hak khusus para imam pengawal wahyu yang ditentukan Nabi telah membuang privilege.

Umumnya, habib yang membenci “Jalan Kesucian” adalah yang menikmati privilege kesucian yang bukan haknya.

Di “Jalan Kesucian” ini tropi diberikan kepada yang terdepan dalam pengorbanan, bukan privilege.

Kehendak kuasa bisa menerjang apapun, termasuk mengubah tanggungjawab menjadi privilege.

Kehendak kuasa membuat seseorang berani melucuti kesucian dari para manusia suci lalu mengklaimnya sebagai privilege yang diberikan tanpa tanggungjawab.

Para penikmat privilege melakukan apapun demi mempertahankan akses mata rantai makan.

Tak perlu heran bila ada yang mestinya jadi “tuan rumah” malah membenci “Jalan Kesucian” ini. It’s just business!

Para pelintas “Jalan Kesucian” mestinya menjadi Salman-salman yang mengapresiasi pengorbanan tulus para pembuang privilege.

Para pelintas “Jalan Kesucian” mestinya menjadi Salman-salman yang mengapresiasi pengorbanan tulus para pembuang privilege.

Para pembuang privilege menanggung beban luar dan dalam juga derita minoritas ganda.

Mereka yang telah membuang privilege tentu tak lagi mengharap sanjungan karena justru itulah yang dibuang. Tak perlu disanjung tapi juga tak layak dicemooh.

loading...