Habib ‘Digital Printing’

Beberapa bulan belakangan ini, sering terlihat deretan umbul-umbul dan poster digital printing berukuran raksasa menghiasi sudut-sudut Jakarta (Selatan dan Timur, sepanjang yang terpantau selama ini).

Jangan keliru, Umbul-umbul dan poster-poster yang terpasang di tempat-tempat strategis itu bukannya reklame dari sebuah merek rokok yang sedang menjejalkan citra mereka ke batok kepala penduduk kota, melainkan ikhtiar dari beberapa ustad (dalam poster-poster itu ditulis Habib) dalam memperkenalkan dirinya dan majelis ta’lim yang dipimpinnya.

Entah siapa yang memulainnya, tapi nampaknya telah terjadi “perang poster” antara satu ustad dengan ustad lainnya. Artinya, ketika minggu ini terpasang sebuah poster berukuran 2m x 1m bergambar ustad fulan, minggu depannya akan terpasang poster bergambar ustad yang lainnya dengan ukuran 4m x 2m. Begitu seterusnya minggu demi minggu. Sampai kira-kira minggu yang lalu, ukuran poster sudah mencapai sekitar 10m x 5m.

Jika keadaan seperti ini dibiarkan berlarut-larut, tak dapat dibayangkan bagaimana akhirnya. Tapi yang jelas, perang poster ini cukup mengusik hati saya; sampai sebegitu parahkah industrialisasi agama di negara kita? (copy-paste dari blog bensohib)  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. salam broer,
    menurut saya hal remeh temeh gini mah kagak perlu di bahas juga,buat sebagian orang industrialisasi whatsoever,klo menurut saya yang awam ini mah easy going aja…gak ada yang dirugiin juga apalagi kriminal,jadi wandering solusi apa y yang antum ditawarkan?
    peace

  2. Saya bukan anti maulid, tapi heran aja kok maulid pake kembang api segala. mubazir aja. Habib2 harusnya tdk ajari umat berbuat mubazir. sebab mubazir itu temannya setan. mending undang anak yatim kasih santunan, isnya Allah berkah

News Feed