Hamas Anggap Mobarak “Jual Kulit Beruang Sebelum Menangkapnya”

Setelah membunuh lebih dari 400 lebih bayi dan anak kecil serta perempuan, Israel menyatakan gencatan senjata sepihak selama 10 hari. Tentu saja Hamas dan faksi-faksi perlawanan menganggapnya sebagai “mengigau”.

Setelah Olmert mengeluarkan pengumuman gencatan senjata sepihak, pesawat tempur Israel juga sempat menyerang dua sasaran, satu di bagian utara Jalur Gaza dan wilayah lain di bagian barat Kota Gaza. Olmert mengatakan, pasukan Israel akan menghentikan serangan, tapi akan menanggapi kalau ditembaki dan akan tetap berada di daerah kantung yang dikuasai Hamas.

Sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), Brigade Al-Qassam, berikrar akan melanjutkan perlawanan tak lama setelah Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak di Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Sabtu (17/1) malam, mengumumkan gencatan senjata sepihak di Jalur Gaza mulai Minggu (18/1) pukul 02.00 atau 07.00 WIB, tapi tentara Israel akan tetap berada di jalur sempit tersebut.

Dalam pernyataan yang dikirim kepada wartawan, Brigade Al-Qassam menyatakan, “Pengumuman Olmert memperlihatkan Israel kalah dalam menghadapi perlawanan bersenjata Palestina dan pengumuman gencatan senjata sepihak Israel adalah bukti mengenai kegagalan pendudukan untuk mencapai kemenangan di Jalur Gaza.”

Brigade Al-Qassam juga menyatakan, kelompok bersenjata itu akan melanjutkan perlawanan selama pendudukan atas Jalur Gaza berlangsung terus dan blokade tetap diberlakukan. Brigade Al-Qassam menyatakan bertanggung jawab atas penembakan tiga roket ke arah Israel selatan selama pidato Olmert dan sesudahnya serta mengatakan bahwa penembakan roket adalah bukti mengenai kegagalan Olmert.

Militer Israel yang secara saksama melacak roket dan dampaknya menyatakan bahwa Hamas menembakkan sedikitnya delapan roket dari Jalur Gaza saat Olmert mengumumkan gencatan senjata sepihak. Namun, roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza itu tak melukai satu orang pun.

Sementara itu, Osama Hamdan, Dubes Hamas di Lebanon, menanggapi undangan Hosni Mobarak kepada AS, Inggris, Perancis, Jerman dan Arab Saudi, Jodan dan Mahmoud Abbas untuk menghadiri KTT khusus membahas antisipasi penyelundupan senjata ke Gaza sebagai “menjual kulit beruang sebelum memburunya”. Demikian dilaporkan Aljazeera, sabtu malam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Walhasil….Moberak telah menjadi tukang ijon saudara-saudaranya sendiri…..
    Semoga aja dia cepet jadi mumi…ditaro di piramid dan dilupakan…

News Feed