HARMONI LUKA

Teman adalah manusia yang terjalin oleh hubungan emosional atau lainnya dengan dirimu seraya memperlakukanmu secara setara. Jalinan emosional ini terbentuk karena harmoni atau kepaduan dalam aspek tertentu. Ini definisiku, bukan definisi baku yang ditetapkan oleh wikipedia atau kamus resmi.

Aku tak punya banyak teman di dunia tanah, dunia yang jauh dari radiasi elektromagnetik.

Dia adalah satu dari yang sedikit itu. Dia adalah temanku meski mungkin dia tak menganggapku teman secara literal karena posisi keagamaan atau latarbelakangan pendidikanku. Tapi aku berusaha berinteraksi dengannya sebagai sesama teman. Karena itu aku sesekali berbicara dengannya dalam bahasa Jawa dan bertingkah bebas dari formalitas alias jaim.

Orangnya ekstentrik bahkan mendekali semrawut. Perawakannya jauh dari elite, justru lebih pas menjadi potret manusia alit. Wajahnya samasekali tak imut-imut, malah memenuhi persyaratan ‘amit-amit’. Dia sering melontarkan pernyataan sarkastik yang mengundang tawa. Tapi itu juga menguak luka dan prahara hidup di baliknya. Sambil bercanda aku memberinya gelar “galeri luka”. Harnoni pertemanan kami adalah kesialan atau masa kecil yang tak menarik samasekali.

News Feed