Hasan dan Husin: Nama Dua Anak Putri Campa-Pangeran Mataram

200px-chammuine.jpg

Gus Dur mengaku berdarah Cina, karena menjadi keturunan Putri Campa. Klaim-klaim keturunan tokoh penting sudah biasa. Bahkan, pengakuan Gus Dur itu bukan hal mengejutkan. Persoalannya selama ini sejarah Putri Campa tidak pernah dibongkar atau diungkapkan secara luas kepada masyarakat.

“Putri Campa itu gadis Palembang yang dipersunting Brawijaya V, pangeran Mataram. Mereka memiliki anak yang bernama Hasan dan Husin. Putri Campa memang berdarah Tiongkok. Nah, hampir semua keturunan wong Palembang saat ini masih keturunan Putri Campa. Tepatnya keturunan Raden Hasan atau yang dikenal Raden Patah,” kata Eka Pascal, sejarahwan Palembang, kepada detikcom, Kamis (31/1/2008).

Lho kok bisa? Sebab, dulu keturunan Raden Patah – raja Demak- lari ke Palembang. “Di Palembang, keturunan Raden Patah ini kemudian membangun kerajaan Islam Palembang,” kata Eka Pascal.

Orang-orang Palembang yang masih keturunan Raden Patah ini memiliki keturunan yang ditandai dengan sejumlah gelar seperti Kemas, Kiagus, atau Masagus. “Sebagian keturunan Putri Campa ini menyebar ke Madura, Sulawesi, Thailand Selatan, Filipina Selatan, Maluku, dan kepulauan Sumba,” kata dia. (Diolah dari detikcom31/01/2008 11:50 WIB ).

Tapi yang lebih menarik perhatian bukan keturunan Putri Campa, tapi raja Brawijaya dan Putri Campa memberi nama kedua putra mereka dengan Hasan dan Husin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

34 comments

  1. Hmm…menarik, soalnya kata sejarah Brawijaya V adalah orang terakhir yang memerintah Majapahit Hindu. Mungkinkah kerajaan Hindu-Jawa dipimpin oleh seorang Muslim? Atau memang Islam telah tersebar luas di Indonesia, hanya saja tidak menjadi formal suatu negara? Kayaknya ini topik yang cukup menarik dalam sejarah nasional.

    1. BRAWIJAYA V masuk Islam, ber syahadat di hadapan Sunan Kalijaga pasca perang Demak-Majapahit. Dalam pelarian di Banyuwangi, datang SK Jaga dan membujuk untuk beliau kembali ke Trowulan. Brawijaya akhirnya masuk Islam dan mengajak sisa2 kerabat Majapahit untuk ikhlas menerima Demak sebagai kelanjutan Majapahit.

  2. Sultan Agung masih menyimpan banyak cerita yang belum terkuak dalam sejarah negeri ini. Saya sendiri sedang mencari tahu mengenai keturunan Sultan Agung. Konon ia memiliki banyak selir, dan dari selir-selirnya lahir anak-anak yang turut berperan dalam perjalanan kerajaan. Saya sangat membutuhkan informasi mengenai hal ini. Bagi pembaca lain yang memiliki data/informasi mengenai hal ini bisa mengirimkannya ke (marthin.sin@gmail.com). Saya sangatberterimakasih bagi siapa saja yang memberikan data dan informasi mengenai hal ini. Salam

    – th!n –

  3. Tsiampa ya Tsiampa bukan Tiongkok. dalam beberapa lit Campa itu lebih banyak disebut etnis melayu atau nusantara. letaknya di barat Vietnam Selatan sampai Kamboja timur, sampai abad 14 wilayahnya mencapai pantai barat Vietnam Selatan sampai Tengah. Sekarang Campa cuma etnis minoritas yang sebagian muslim (ortho dan bani/sinkretis) sebagian brahmani, wilayahnya enclaves dr Viet Tengah sampai Kamboja, mungkin 10 – 20 kampung yang tersebar. Kasihan jumlahnya makin sedikit, muslim yg ortho lumayan teguh, tp yg bani parah, munkin Campa Bani kl di Indonesia disebut aliran sesat dan pasti dibasmi oleh FPI dan teman2nya. Abad 15 Campa kocar-kacir diserang orang Vietnam dari Utara yg lebih Cina, serbuan itu menyebabkan gelombang pengungsian orang Campa ke pantai Timur Malaysia, Melayu Indrapura, Kalbar, Sriwijaya juga Jawa Timur (salah satu jejaknya ya candi Pari di Porong, Sidoarjo). Ini pengulangan pengungsian orang Fun-An di selatan Campa pada abad 8 (moyangnya Jayawarman II).

    1. aslmu alaikum, saya orang Champa asli di Vietnam, kuliah di Indonesia sudah 5 tahun,
      dan saya kagum atas pENGETAHUAN sejarah Anda, dan hampir sama dengan pengetahuan saya,

      dan dari mana anda dapat informasi ini,
      jika anda punya sejarah buku atau referensi lain terkait dengan Putri champa dan sejerah orang Champa oleh saya minta informasinya,
      ini penting bagi kami,
      terima kasih,
      waslamu alaikum Wrt, Wbt,
      Yusuf_champa
      Email saya: machdusoh@yahoo.com
      FB: Yusuf_champa.

      1. ass… setelah saya membaca artikel d atas ‘n anda mengaku org champa asli vietnam, saya timbul pertanyaan… apakah mngkn ada hubungan antara org palembang dgn vietnam…?? thanks wasalam…

  4. Putri Champa adalah istri Brawijaya V Raja Majapahit, beliau berasal dari negeri champa (anak raja champa) dan garis keturunannya sampai kepada Sayidina Ali (keponakan dan sekaligus menantu Nabi Besar Muhammad SAW). Di daerah Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatera Selatan lebih kurang berjarak 268 KM dari Kota Palembang, terletak sebuah desa yang bernama “PAGAR BATU” tepatnya di Kecamatan Pulau Pinang Kab.Lahat.
    Penduduk di Desa Pagar Batu tersebut adalah keturunan langsung RADEN FATTAH dari istrinya yang bernama “Puyang Keramat Ulu Dusun” (Raden Fattah memiliki dua orang istri yaitu yang menurunkan Pati Unus dst dan satu lagi istrinya yang menurunkan keturunan “Puyang Sembilan Behading”
    Makam dan peninggalan Puyang Sembilan Behading ini bisa ditelusuri (yaitu dengan keluarga KENAIM atau Ir. Bur Maras di Jakarta/anggota DPR RI dari Partai Demokrat) dan merekan di desa Pagar Batu juga sudah menjalin hubungan dengan keturunan Raden Fattah di DEMAK.

    1. “garis keturunannya sampai kepada Sayidina Ali (keponakan dan sekaligus menantu Nabi Besar Muhammad SAW)”

      Maaf Sayyidina Ali Sepupu Rasul SAWW,,

  5. Putri Champa adalah istri Brawijaya V Raja Majapahit, beliau berasal dari negeri champa (anak raja champa) dan garis keturunannya sampai kepada Sayidina Ali (keponakan dan sekaligus menantu Nabi Besar Muhammad SAW). Di daerah Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatera Selatan lebih kurang berjarak 268 KM dari Kota Palembang, terletak sebuah desa yang bernama “PAGAR BATU” tepatnya di Kecamatan Pulau Pinang Kab.Lahat.
    Penduduk di Desa Pagar Batu tersebut adalah keturunan langsung RADEN FATTAH dari istrinya yang bernama “Puyang Keramat Ulu Dusun” (Raden Fattah memiliki dua orang istri yaitu yang menurunkan Pati Unus dst dan satu lagi istrinya yang menurunkan keturunan “Puyang Sembilan Behading”
    Makam dan peninggalan Puyang Sembilan Behading ini bisa ditelusuri (yaitu dengan keluarga KENAIM atau Ir. Bur Maras di Jakarta/anggota DPR RI dari Partai Demokrat) dan merekan di desa Pagar Batu juga sudah menjalin hubungan dengan keturunan Raden Fattah di DEMAK.

  6. Ketika Fatahillah melarikan diri Pasai karena tidak sukanya melihat Pasai dikuasai Portugis, beliau memilih untuk hijrah ke Demak, yang pada masa itu yang menjadi Raja adalah Raden Trenggono (1521 – 1546 ). Konon kabarnya Fatahillah yang memberi Gelar Sultan, sehingga sejak itu Raden Trenggono menjadi Sultan Trenggono. Karena besarnya jasa beliau terhadap kerajaan Demak dengan meluaskan kekuasaan Demak ( sekaligus mengislamkan masyarakatnya ) di sebagian Jawa bagian Barat khususnya Banten, Subda Kelapa dan cirebon dan sekitarnya ) maka Fatahillah dinikahkan dengan adik Sultan Trenggono ( putri Raden Fatah ). Apakah dari pernikahan ini kemudian lahir Ki Borowongso, yang menjadi cikal bakal gelar Kemas Ki Agus & Mas Agus ?

  7. aduhhh…cerita ini malah membuat makar yang bukan ke arah baik..kalau kita mengenal dosa fitnah maka lebih baik tidak membuat cerita seperti di atas.

  8. Alo Mas

    Saya Kemas dari Jambi

    Senang bisa tau sejarah keturunan kemas.

    Apakah sama cerita diatas dengan keturunan kemas jambi?

  9. Salam cintakasihperdamaian,

    Berdasarkan beberapa kesaksian dari para ulama’ dan habaib. dijelaskan bahwa:Menurut Sayyid Bahruddin Ba’alawi, dan juga almarhum Habib Muhsin Alhaddar dan Al-Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar Banyuwangi menjelaskan bahwa Silsilah Raden Fattah mengalami pemutar balikan sejarah. Tokoh orientalis yang telah memutarbalikkan sejarah dan nasab Kesultanan Demak adalah Barros, Hendrik De Lame dll. Mereka ini adalah Orientalis Belanda yang berfaham Zionis.

    Ayah Raden Fattah adalah Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa) ibni Ali Alam (Ali Nurul Alam ) ibni Jamaluddin Al-Husain ( Sayyid Hussein Jamadil Kubra) ibni Ahmad Syah Jalal ibni Abdullah ibni Abdul Malik ibni Alawi Amal Al-Faqih ibni Muhammad Syahib Mirbath ibni ‘Ali Khali’ Qasam ibni Alawi ibni Muhammad ibni Alawi ibni Al-Syeikh Ubaidillah ibni ahmad Muhajirullah ibni ‘Isa Al-Rumi ibni Muhammad Naqib ibni ‘Ali zainal Abidin ibni Al-Hussein ibni Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW .

    Ayah Raden Patah yaitu Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa) ini menikah dengan Putri Brawijaya V (Bhre Kertabhumi).

    Jadi pernikahan ini sesuai dengan Syariat Islam, karena seorang sayyid yaitu Sultan Abu Abdullah menikahi putri Brawijaya dan mengislamkannya.

    Panggilan putra Brawijaya terhadap Raden Pattah. bukan berarti dalam arti anak. tetapi dalam bahasa JAWA …Putra dipakai untuk memanggil anak, cucu, cicit dan keturunan.

    Dalam Catatan beberapa Rabitah yang ada di Indonesia serta beberapa catatan para Habaib dan Kyai ahli nasab diriwayatkan bahwa:

    Sayyid Abu Abullah (Wan Bo atau Raja Champa) memiliki istri:
    1. Isteri Pertama adalah: Syarifah Zainab binti Sayyid Yusuf Asy-Syandani (Pattani Thailand) melahirkan 2 anak laki-laki: yaitu:
    a. Sayyid Abul Muzhaffar, melahirkan para sultan Pattani, Kelantan lama dan Malaysia.
    b. Sayyid Babullah, melahirkan Sultan-sultan Ternate.

    2. Isteri kedua adalah Nyai Rara Santang binti Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, melahirkan 2 anak, yaitu:
    a. Sultan Nurullah (Raja Champa)
    b. Syarif Hidayatullah (Raja Cirebon) bergelar Sunan Gunung Jati.

    3. Istri ketiga adalah Nyai Condrowati binti Raja Brawijaya V, melahirkan 1 anak yaitu: Raden Patah yang bergelar Sultan Alam Akbar Al-Fattah. Gelar Akbar dinisbatkan pada gelar ayahnya yaitu Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa) ibni Ali Alam (Ali Nurul Alam ) ibni Jamaluddin Al-Husain ( Sayyid Hussein Jamadil Kubra atau Syekh Maulana Al-Akbar)

    Cerita yang wajib diluruskan adalah:
    1. Menurut Babad Tanah Jawi, Bahwa Raden Patah anak dari Brawijaya V yang menikahi Syarifah dari Champa yang bernama Ratu Dwarawati

    Sanggahan saya:
    Dalam ilmu Fiqih Islam, hal ini penghinaan terhadap Syarifah, karena tidak mungkin seorang syarifah dinikahkan kepada Raja Hindu. kalao toh masuk Islam. Maka tidak mungkin syarifah menikah dengan muallaf.

    2. Menurut kronik Cina dari kuil Sam Po Kong, Ibu Raden Patah adalah Selir Brawijaya dari Cina. Lalu selir tersebut dicerai dan dinikahkan kepada anak brawijaya yang menjadi Adipati Palembang.

    Sanggahan Saya:
    Jelas sekali kisah ini bertentangan dengan syariat Islam. Dan tidak layak dinisbatkan kepada ibu dari Raden Patah. Haram hukumnya Istri ayah meskipun telah dicerai dinikahkan dengan anak yang lain.

    *Note : by Nurfadhil Azmatkhan Al-Husaini dengan tulisan ini menunjukkan pula bahwa =
    1. Walisongo & kerabat pada masa lalu juga kerap kali menjaga & mengutamakan Kafa’ah..
    2. Meluruskan pula sejarah Sunan Gunung Jati yang selama ini nasabnya benar & jelas namun dikisahkan sebagai putra Raja Mesir Abdullah.. padahal Abdullah merupakan Raja Champa seperti data di atas; hal ini dikarenakan.. Sunan Gunung Jati sbg putra seorang Raja, ketika berdakwah ke nusantara, sebelumnya sempat belajar & berdakwah dari Mesir.. sehingga disangka sbg putra Raja Mesir.. Hal ini sudah kami cek dalam sejarah daftar penguasa Mesir pada jaman itu, tdk tercatat nama Syarif Abdullah.. sedangkan dalam sejarah Melayu, Pattani & Champa .. hal ini dikenal jelas.. dan diakui ulama ahli nasab.. Penulisan kisah sunan Gunung Jati sbg putra Raja Mesir berasal dari distorsi komunikasi mulut ke mulut yang kemudian dicatat dalam Babad sekitar 200 tahun kemudian dari masa kehidupan Sunan Gunung Jati.. dan kemungkinan besar terkait dengan campur tangan penjajah dalam mengaburkan sejarah para penyebar Islam nusantara

    Sahabat silahkan berkunjung ke http://www.facebook.com/note.php?note_id=138429526176755

  10. Wah! saya baru temukan situs ini 4 tahun setelah ditulis but its okay. yes agree, bagaimana anda bisa tahu cerita ini? siapa yang menceritakannya? cerita turun temurun atau … terima kasih.
    Saya kira cerita ini hanya beredar di seputaran keluarga, ternyata menyebar .

  11. Maap kalo R.Fattah dengan istrinya Puyang keramat ulu dusun melahirkan puyang sembilan behading, siapa saja namanya, aku sangat tertarik sekali. kalo Puyang meraje singe itu juga siapa ?

  12. To Farhan Muhammad : semoga apa yang anda uraikan mengandung kebenaran walau hakikatnya yg maha benar hanya Allah SWT. Khususnya ketika anda menuliskan bahwa sebenarnya Sultan-sultan Ternate memiliki hubungan dengan Sunan Gunung Jati. Pada bagian ini seolah2 menjawab rasa penasaran saya selama ini akan sumber yang mengatakan hal yang sama dan secara nyata pengalaman spiritual saya mengantarkan saya untuk menelusurinya. Ayah saya yg keturunan Kasepuhan Cirebon dari Panembahan Ratu Girilaja II dan kemudian pada usia sy yg ke-25 Tahun saya dilantik menjadi “Putra” Sultan Ternate ke-48 ‘Mudaffarsjah’ dengan gelar ‘Kapita Kadaton” yang sebelumnya dijelaskan oleh beliau bahwa dari kaca mata spiritual bahwa saya berasal dari Ternate karena memiliki hubungan darah dengan Ternate.

  13. NASAB RADEN PATAH

    SUTRADARA DIBALIK HANCURNYA NASAB RADEN PATAH DAN RUSAK NYA SEJARAH KELUARGA BESAR SULTAN ABDULLAH UMDATUDDIN / SULTAN HUT MESIR , AYAHNDA DARI SUNAN GUNUNG JATI ADALAH TUBAGUS NURFADHIL AL ALAWI AL HUSSEINI DAN GURUNYA KYAI FAROJI ……..

    Setelah berkali kali saya desak dan serang di coment baru tb nurfadhil mengeluarkan bantahan terhadap hasil penelitianya 2010 kmrn yg sdh terlanjur di unggah ribuan nitizen facebook di malaysia dan indonesia dan disebarkan di internet, silah kan anda semua mencek nya di internet dan di baca yg ini, itulah sebab saya selalu berkata keras mengingatkan tb nurfadhil agar jgn gegabah seperti ini lagi :

    ### INI ADALAH BANTAHAN TUBAGUS NURFADHIL AL ALAWI atas HASIL PENELITIAN NASAB RADEN PATAH SBG PUTRA SULTAN ABDULLAH UMDATUDDIN / SULTAN HUT MESIR / WAN BO TRI TRI. TERBUKTI PENELITIAN INI TIDAK DIDASARI BUKTI BUKTI DN DATA VALID. Silahkan dibaca dan dipahami olh ribuan keturunan Raden Patah yg mengunakan hasil penelitian ini dan sekarang mengaku aku ahlul bait !!!!

    https://mbasic.facebook.com/notes/azmat-khan-al-husaini-pattani-royal-kelantan-walisongo-family-relatives-etc/sejarah-nasab-raden-fattah-sultan-demak/138429526176755/?__tn__=C

    STOP MEREKAYASA NASAB & MERUSAK SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN GUNUNG JATI BIN SULTAN ABDULLAH UMATUDDIN !!!

    “Waspada dgn para perusak nasab dan perusak sejarah utk mengacaukan sistem kekerabatan keluarga walisongo.

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini @ Ealkhani Alkhani makanya sudah kami sampaikan niat baik berkali2.. kalo memang ada data primernya silahkan ditunjukkan baik2 supaya bisa diteliti dan dikaji bersama2.. kalo belum ada data primernya ya harap maklum kalo ada yg tidak/belum menerimanya.. ngurus nasab ke rasulullah bukan perkara mudah dn main-main namun perlu tanggung jawab besar.. dan ke-tsiqoh-an.. serta bukti yang kuat serta sanad kesaksian yang jelas dan masyhur

    Disunting · Suka · Kemarin pukul 12:05

    Ealkhani Alkhani percuma saja anda menuliskan kalo nggk bisa memperlihatkan bukti otentik kuno.. dan jangan sebut yang menulis Rd. Patah sbg putra brawijaya V / Kertabhumi adalah penulis non-muslim.. jangan sampai anda terjebak mengkafirkan orang.. Tokoh2 kuno seperti Pangeran Arya Cirebon , Pangeran Wangsakerta dll… turunan Sunan Gunung Jati tahun 1600-an dan th 1700-an menuliskan ttg hal itu… kalo ada manuskrip yang sejaman atau lebih kuno menuliskan nasab rd patah sbg bin abdullah baru bisa menjadi pertimbangan. Kalo ttg gelar sayidin panatagama.. maupun shah dll,, memang bisa mengindikasikan bliau turunan ahlul bait tp blm tentu sbg sayyid.. karena kalo sayyidin panatagama.. bukan gelar kezuriyatan tapi gelar sebagai pemimpin nusantara yang menggunakan dasar agama Islam… jadi tolong sampaikan dengan kelompok anda termasuk Kyai Shohibul Faroji.. silahkan punya keyakinan itu tapi jangan memaksakan.. kalo mw ber-argumen ayo di dunia nyata tunjukkan bukti otentik data manuskrip kuno.. karena yang punya sanad ilmu nasab sampai ke Rasul tidak hanya beliau… afwan…

    Suka · 1 · 1 jam yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Ealkhani Alkhani jangan jauh2 pula ngomongin nasab ayah Rd. Patah.. ibunya saja sebagai Syarifah Zaenab tidak berdasar manuskrip kuno yang ditulis pencatat Muslim… dari mana dasarnya ? catatan siapa dari tahun berapa ? mana data otentik kuno yg dapat diperlihatkan ? jangan cuma dengan dasar menebar opini saja di internet… maaf sy mnghargai perbedaan pendapat tapi harus dgn dasar argumen bukti yang kuat… kalo blm kuat.. tolong jangan gegabah.. saya pun jadi lebih berhati2 saat ini ttg ilmu nasab. karena tanggung jawabnya besar dan takut salah dan jadi dosa

    Suka · 1 · 1 jam yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Ealkhani Alkhani dan satu lagi yang perlu saya luruskan dan nanti ana buka data… Babullah Ternate bukan bin syarif Abdullah dan bahkan bukan keluarga Azmatkhan… ada distorsi di sini .. data primer di ternate tidak ada menyebutkan silsilah ke azmatkhan … ada distorsi kesamaan nama yang disangka peneliti sebelumnya sebagai satu jalur padahal beda jalur dan beda jaman … inilah yang kita para peneliti perlu lebih hati2

    Suka · 1 · 1 jam yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    afwan .. saya luruskan sedikit info Nyi Mas Sekar Kencanalarang , putri Tertua Raden Patah adalah Ratu Ayu Kirana Purnamasidi lahir th 1400 saka istri Maulana Hasanudin Banten, sedangkan Ratu Pembayun lahir 1408 saka istri dari Pangeran Jayakelana bin Sunan Gunung Jati lantas meninggal dan dinikahi Fatahillah yg berpoligami menantu sunan Gunung Jati sekaligus menantu Raden Patah. Adapun betul Ratu Mas Nyawa lahir 1410 saka betul mnikah dgn P. Bratakelana kemudian dgn P. Pasarean Cirebon bin Sunan Gunung Jati.. hal ini membuat kekerabatan Rd. Patah dengan jalur Banten dan Cirebon teramat dekat… Ealkhani Alkhani shingga kami tidak bisa sembarangan dgn pendataan jalur ini… Andai betul nasab Rd. Patah bin Syarif Abdullah .. mustahil keturunannya jalur perempuan rd. Patah mengingkari nasab bliau… namun ternyata tidak ada data otentik kuno yg berhasil ditemukan menyebutkan tentang hal ini … shingga pun sy pun yg tadinya sempat menduga ini dan sekedar mnyiarkan pendapat KH S, Faroji… kembali mempertanyakan ttg sumber data otentik yg valid akan hal ini… maaf

    Suka · 26 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani andai ada yg nyebut syarifah zaenab putri sunan ampel.. itu juga distorsi.. karena versi s. faroji zaenab bukan putri sunan ampel tapi saudara sunan ampel yg nasabnya bin ibrahim asmara.. namun demikian berdasar naskah kuno dwarawati yg salah dialiaskan dgn zaenab bin ibrahim asmara, istri brawijaya V bukan demikian hubungannya… yang betul dwarawati adalah bibi sunan Ampel,, alias adik ipar ibrahim asmara… dan skaligus ibu tiri rd Patah krn Rd Patah ibunya bukan dr Dwarawati champa tapi dr cina yakni Siu Banci… mski scr fisik champa dan cina mirip.. tapi dr penamaan jelas beda… dan Rd Patah memiliki nama cina Jinbun tapi tidak memiliki nama Champa .. sebagaimana Syarif Abdullah yang ber-nama champa Bo Teri-Teri / Wan Bo… ini bukti bahwasanya Raden Patah jalurnya lebih dekat bukan ke champa tapi ke cina ,.. meski Rd Patah juga memiki leluhur nenek buyut dr champa yakni Dyah Kirana adik ipar Syeikh Jumadil Kubro … (nama champa ada 2 versi ke-hinduan/sansekerta dan ke-bahasa kamboja-an)

    Suka · 18 menit yang lal

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani … wslm wr wb… kembali seperti kita bahas.. ayah Tiri Rd. Patah adalah R. Arya Dillah / Arya Damar sedangkan dalam manuskrip kuno juga catatan pnulis Islam ayah kandungnya adalah kertabhumi / Brawijaya V, jadi tdk ada mnyambungkan nasab Rd. Patah ke ayah tirinya.. Kalo antum mnyebutkan Brawijaya V ayah tiri dan ayah kandung Rd. Patah ke Syarif Abdullah.. kembali kami tanyakan mana bukti kuatnya ??? sudah kami sebut kami pun turunan bliau andai kandungnya ke bliau mustahil kluarga kami nggk tahu dan nggk ngakuin,,,,

    Suka · 31 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani btul pula yg dinyatakan Nyai… bahwa Pati Unus / Rd. Surya / Pangeran Sabrang lor… itu bukan menantu Rd Patah tapi bliau adalah anak Rd. Patah yang lahir th 1402 Saka.. istri2 Pati Unus betul yg dikatakan Nyai … Ratu Ayu / Wulung Ayu binti Sunan Gunung Jati dan putri Kepala Wilayah Pulau Upih di Malaka… jadi tidak ada putri Rd. Patah dinikahi oleh Pati Unus 2… yang ada dinikahi oleh putra2 Sunan Gunung Jati dan Fatahillah ,,,

    Suka · 27 menit yang lalu

    Nurfadhil Al-Alawi Al-Husaini

    Nyi Mas Sekar Kencanalarang & Ealkhani Alkhani saya akan buka data menurut manuskrip CPCN tahun 1720… putri Ibrahim Akbar / Ibrahim Asmara atau Syeikh Maulana Jatiswara (Ayah Sunan Ampel) yang menikah dengan Abdullah di Champa.. dalam hal ini bukan Abdullah ayah Sunan Gunung Jati namun dengan Haji Abdullah Iman alias Pangeran Walangsungsang / Cakrabuana bin Prabu Siliwangi / Sri Baduga Maharaja Jayadewata.. dan putri Ibrahim Asmara ini bernama Nyai Retna Rasajati … bukan Dwarawati Majapahit yg adalah bibi-nya… Pernikahan H. Abdullah Iman dgn Putri Ibrahim Asmara pun TIDAK menurunkan Raden Patah… mlainkan menurunkan 7 putri yakni : 1. Nyai Laraskonda 2. Nyai Lara Sejati 3. Nyai Jatimerta 4. Nyai Jamaras 5. Nyai Mertasinga 6. Nyai Cempa 7. Nyai Rasamalasih…. Jadi tolong jangan ada pembauran Data… karena data keluarga kami insya Allah relatif lengkap….

    Suka · 2 · 28 menit yang lalu

    Haqqadirrauf Bkl Raden Kelana , Kang Ari Tea Nyai Ageng Gagak Pertala Sejarah yang masyhur beredar bukan Jaka Tingkir yang menghadapi dan “membunuh” arya Penangsang melainkan Sutawijaya .. panembahan Senopati raja Mataram 1.. dan ini masyhur sehingga Sutawijaya mndpat hadiah tanah wilayah dan kemudian hari bisa menjadi raja Mataram … versi lain bilamana Arya Penangsang punya ilmu yg dekat air dan masih hidup kmbali mski tidak bisa sy salahkan / ragukan tapi memang tidak masyhur dan scr data masyhur sejak itu Arya Penangsang memang tidak “muncul” kembali untuk melawan kubu Jaka Tingkir… INTINYA sy infokan data bahwa : 1. makam ini adalah makam ayah sunan Gunung Jati adalah lemah… makam ayah bliau sudah ditemukan di Myanmar 2. data Syarif Abdullah sebagai ayah kandung RD. PATAH masih termasuk periwayatan yang lemah 3. Babullah Ternate bukan anak Syarif Abdullah bukan keluarga Azmatkhan … ada kesamaan nama leluhur beliau yang membuat distorsi data….

    Haqqadirrauf Bkl Raden Kelana , Nyai Ageng Gagak Pertala , Kang Ari Tea dalam hal ini sy sependapat dengan Nyai… dan adapun kami juga merupakan keluarga besar Kesultanan Banten yang ibu Maulana Yusuf adalah putri Raden Patah dan Arya Jipang / Arya Penangsang juga merupakan salah satu menantu leluhur kami Maulana HASANUDIN mlalui pernikahan dengan Ratu Arsanengah … sehingga sbg krabat dan kluarga besar kami merasa aneh leluhur kami datanya mnjadi distorsi dibaurkan ke sama2 keturunan Syarif Abdullah … padahal sumber data kuno otentiknya belum jelas… dan kami sbg kerabat pula ke jalur Demak belum menemukan data penguat bahwa Rd Patah sbg anak kandung Syarif Abdullah … shingga pendapat yg mnyatakan demikian mesti dipertimbangkan ulang dan diteliti lebih lanjut… maaf dan terima kasih …

    Nyai Ageng Gagak Pertala, Kang Ari Tea Haqqadirrauf Bkl Raden Kelana padahal dlm data kuno.. ayah kandung rd patah adalah kertabhumi / prabu brawijaya V .. ayah angkatnya arya damar… dan sn gunung jati merupakan besan rd patah… arya jipang /penangsang adlh salah satu menantu maulana Hasanudin artinya ‘andai benar rd patah bin sy abdullah’ hubungan kkluargaan yg dekat dgn jalur kekerabatan dgn sn gunug jati ini nggk mungkin kalo kluarga turunan jalur cirebon, banten dan kelantan sampai tidak tahu atw mengingkarinya kalo memang ada data kuatnya… tapi nyatanya di kluarga turunan Sy Abdullah Jalur Cirebon, Banten dan Kelantan … yang beda jalur tapi saling mengakui… tidak / belum menemukan data bahwa rd patah juga sbg bin syarif Abdullah ?? padahal kalo memang ada datanya sbg kerabat dekat mustahil kami mendustakan / meragukan bilamana betul ada data pendukung otentiK

  14. Prabu Brawijaya (Brawijaya V) alias Bhre Kertabumi alias Raden Alit alias Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) alias …

    sumber :
    Wallahua’am
    ^_^

  15. “b. Sayyid Babullah, melahirkan Sultan-sultan Ternate…tolong di klarifikasikan saudara”….??? “Farhan Muhammad”.. menurut manuskrif kuno kami Sultan Babullah (sultan ke 24) kesultanan Ternate bukan yg di maksud diatas , klo hubngan kekerabatan dengan negri champa memang ada tapi dalam fersi yg lain… Ayah sultan Babullah bernama Sultan Khairun Jamil dan Ibu bernama Boki Tanjung ( putri dari Sultan yg berkuasa di kesultanan Tidore)…ini menarik atau bisa jadi kerikil bila tak dpt di jelaskan secara truktural dan dasar narasi yang outentik..trimakasih..

  16. Bung….
    Berarti Sultan Baabullah bukan anak dari Sultan Khairun….?
    Sudah saya duga sebelumnya kalau Baabullah adalah seorang Sayyid/Habib… Dan salah seorang Wali Allah di Timur Nusantara…
    Karena sejarah yg berkembang dimasyarakat sekarang ini dengan sejarah yang sempat saya nguping dari salah seorang yg pernah mengabdi dalam kadaton (Keraton) begitu bertolak belakang.
    jadi selama ini kita dibodohi tentang siapa sebenarnya Sultan Baabullah.

  17. Assalamualaikum wr.wb. Bagi yang ingin mendapatkan Informasi Tentang Keturunan Raden Fatah, dapat menghubungi Nenek nda Ir.Bur Maras Presdir&CEO PT.Ratu Prabu Energi.Tbk..di jln TB.Simatupang Jakarta Selatan. Beliau adl Keturunan Ke-13 Raden Fatah, saat ini telah berusia lebih kurang 78 thn. Beliau adalah keturunan Raden Fatah yg berasal dari Kota Lahat. Demikian sementara info yg dpt disampaikan semoga berguna bagi yg membaca dan dpt bermanfaat utk kebajikan. Tks. Wsslm

  18. Sudahkah data ini faktual,Pak? dimanakah asal kata Champa yg sebenarnya??? dimanakah Ratu Dwarawati itu berasal??? Juga Wan Bo yg dimaksud. kt jgn terjerat dlm satu daerah/sumber. Lihat penjelasan Rafles yg belakangan ttg nama Champa….Apakah islam dinusantara ini pertama masuk di Kamboja/palembang???

  19. assalamualaikum

    Mohon penjelasan mengenai Raden Hassan yang katanya yang menyelamatkan diri lari ke Temasik dan kemudiannya ke Tanah Melayu dari Istana Begawan Solo sewaktu berlaku perebutan kuasa.
    Saya merupakan Keturunannya di Malaysia sekarang ini dan saya ingin menjejaki saudara mara yang masih lagi ada di cna untuk kesinambungan keluarga dan keturunan.
    MOHON HUBUNGI SAYA DI TALIAN 0194078144.

News Feed