Hezbollah Bongkar Jaringan Mata-mata Israel

Pemerintah Lebanon, Sabtu (25/4), menangkap tiga orang lagi yang dicurigai melakukan kegiatan mata-mata buat Israel.

Seorang pejabat keamanan Lebanon mengaitkan ketiga tersangka tersebut—dua warga negara Lebanon dan satu orang Palestina—dengan seorang jenderal purnawirawan yang pada Kamis didakwa melakukan kegiatan mata-mata buat negara Yahudi, kejahatan yang dapat mengakibatkan hukuman mati.

“Keterangan awal menunjukkan bahwa mereka melakukan kegiatan mata-mata buat Israel dan memiliki hubungan dengan jenderal purnawirawan Adib al-Aalam,” kata pejabat itu. Semua tersangka tersebut ditangkap secara terpisah di rumah mereka di beberapa lokasi di Lebanon selatan.

Mantan perwira dinas keamanan Brigadir Jenderal Adib al-Aalam didakwa melakukan kegiatan mata-mata bersama istrinya Hayat Saloumi dan seorang kemenakan Joseph Semaan al-Aalam—yang juga seorang pejabat keamanan. Ketiga orang tersebut dituduh memberitahu Israel mengenai tempat sipil dan militer Suriah dan Lebanon dengan tujuan memudahkan serangan Israel.

Seorang tersangka keempat, Nicolas Assad Habib, masih berkeliaran, tambah pejabat itu, yang meminta tak disebutkan jati dirinya.

Jika terbukti bersalah, mereka dapat dijatuhi hukuman mati—seandainya pengadilan dapat membuktikan bahwa kegiatan mata-mata tersebut mengakibatkan kematian warga negara Lebanon—atau penjara seumur hidup.

Al-Aalam ditangkap di kantornya di dekat Beirut pada 14 April bersama istrinya. Ia mengelola kantor layanan rumah tangga yang diduga ia gunakan sebagai kedok dalam melakukan kegiatan mata-mata buat Israel.

Kelompok Syiah Hizbullah, yang terlibat perang  selama 34 hari melawan Israel pada musim panas 2006, telah mengatakan bahwa faksi pejuang itu memberi pemerintah informasi mengenai Al-Aalam dan penangkapannya adalah suatu prestasi besar. Beberapa orang Lebanon lagi telah ditahan sehubungan dengan dugaan serupa dalam beberapa bulan belakangan. (Ant)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed