Hidayat Nurwahid Curigai Agenda Asing di Balik Kasus Kekerasan

Maraknya aksi kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini memunculkan keprihatinan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid. Hidayat juga curiga ada agenda asing di balik aksi kekerasan itu.

Apalagi bila ternyata di balik kekerasan ini ada agenda-agenda asing yang nyusup. Tiba-tiba ada dubes asing ikut-ikutan berkomentar. Saya kira ini sesuatu yang sangat-sangat perlu dicurigai ada apa dengan ini semua,” ungkap Hidayat di sela-sela Milad PKS ke-10 di elora Pancasila, Jalan Indragiri, Surabaya, Minggu (8/6/2008).

Untuk itu, Hidayat meminta rakyat Indonesia jangan mudah terprovokasi sehingga memecah belah persatuan. “Kekerasan adalah sesuatu yang harus dihindari. Umat saya ingatkan jangan

terprovokasi dengan beragam provokasi apapun untuk menghadirkan konflik antar umat,” kata Ketua MPR itu.

Agama kata Hidayat bukan untuk menghadirkan provokasi, fitnah dan kekerasan. Agama ada tuturnya untuk menyebarkan kasih sayang, menyebarkan kerahmatan dan menghadirkan solusi.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah, ini berharap demokrasi yang tumbuh di Indonesia saat ini akan menumbuhkan perilaku anarkis. Demokrasi berbeda dengan democrazy. Dan pemerintah harap Hidayat harus bisa menegakkan hukum.

Jangan pemerintah membiarkan anarki di tengah rakyat. Siapapun yang bersalah harus dihukum. Dan siapapun tidak terlibat di dalamnya tidak boleh di-sweeping sekalipun nama sama ataupun organisasi sama ,” tandasnya.

Ketua MPR RI ini mengatakan agama dan HAM di Indonesia sudah jelas. Negara kita sudah mendukung hak asasi manusia dan kita mendukung kebebasan beragama. Tapi bukan berarti toleransi menurutnya kalau merusak ajaran orang lain.

Merusak agama oranglain dengan menambahkan nabi yang baru, menambahkan Tuhan yang lain. Itu semuanya bukan bagian menghormati ajaran agama tapi itu semua adalah kekerasan terhadap agama,” pungkasnya. (detikcom, 08/06/2008 18:51 WIB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Semestinya pak Nur wahid sebagai pemimpin lembaga tertinggi negara tidak hanya khawatir, tapi harus menindak lanjuti kekhawatirannya, kemudian mempublikasikan ke publik. Yang berkepentingan terhadap konflik umat Islam tidak hanya politisi asing tapi juga politisi dlm negeri. Mereka memang suka minum air keruh dalam penderitaan umat Islam dan rakyat kecil. Memanfaatkan tumpahan darah kaum muslimin utk dijadkan uang dan kursi emas, berdagang dalam penderitaan umat Islam.

    Kl yang asing, AS, Israel dan zionis jelas musuh kita. Mengapa org2 yang nunggangi penderitaan kaum muslimin tdk pernah diungkap? takut? itu menunjukkan bahwa para penunggang itu org2 besar, dalam atau luar negeri. Kemana dan dimana Para pemimpin umat islam dan lembaga2 Islam?

  2. Semua orang sudah tau jika ada tuntutan BBM pasti ada konflik horinzontal untuk mengaburkan masalah, Seharusnya anda pejabat yang mewakili rakyat jangan hanya curiga tapi tau siapa dalangnya?

    Kepentingan Siapa/Negara mana yang terganggu dengan BBM ? gitu loch

    Cobalah merasa punya tanggung jawab terhadap jabatan anda yang sudah diberikan oleh rakyat ! jangan bersilat lidah seakan-akan peduli thd rakyat.

News Feed