Temanku, Aris, sedang bersedih…

Namanya Aris, tapi teman-temanya di sekolah maupun di INKAI memanggilnya Aan. Meski namanya bisa disandang oleh cewek juga cowok, perawakan dan gaya ngomongnya jauh dari citra gemulai sebagaimana umunya artis cowok film-film Korea atau Taiwan. Wajahnya tidak imut, paling tidak tidak, pasti gagal kalau ikutan audisi ‘cowok ganjen’.

Tapi di balik jaket kulitnya kadang menyemburkan aroma ‘apek’, pria bershio kambing-api ini memiliki jiwa setiakawan, sentimentil dan sensitif terhadap ketidak-adilan. Ia telaten mengajari ngaji dan musik anak-anak jalanan di kawasan Cilandak yang bandelnya minta ampun dan kurangajarnya ngga ketulungan. La iya lah.. namanya juga anak jalanan korban kekerasan.

Temanku yang punya keahlian menulis cerpen dan memperindah (bukan hanya menyunting) tulisan atau terjemahan yang ancur ini, sekarang sedang berada di Jember karena merawat ibunya yang sedang koma akibat sejumlah penyakit. Semoga Allah memberinya pahala ketabahan dan kebaktian kepada orangtua. Amin.

Aku yang berada jauh dari kota Jember hanya bisa membantunya dengan memohon para pengunjung blog ini untuk menyumbangkan doa agar Allah swt memberikan apa yang terbaik untuk ibu calon pengacara ini. Aku yakin tidak ada satupun kebaikan yang terlewat dari penglihatanNya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 comments

  1. Dari mulut yang hari-harinya beraroma dosa ini mencoba sedikit merangkai kalam doa untuk saudaraku yang ada di Jember, Aku yakin Allah yang maha Rahman dan Rahim, Rasulullah dan Keluarganya yang Suci mendengar doa yang terucap dari mulut penuh buih dosa dan raga berselimut nista ini.

  2. Segala puji hanya bagi Allah yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, yang membuat luka seorang teman adalah luka temannya yang lain. Walaupun saya nggak kenal dengan mas Aris, tapi kata orang, temannya teman adalah teman. Dan menilik usaha2 yg dilakukannya, terlihat bahwa mas Aris ini adalah sosok yg mulia dan peduli. Semoga kesusahan segera berlalu, diganti dengan inayah, rahmat dan ampunan-Nya. Amien.. Sholawat.

  3. muslim adalah satu tubuh. bila salah satu anggota tubuh sakit, maka naggota tubuh yang lain pun sakit. Dengan penuh keikhlasan, semoga Allah Yang Maha Mendengar, mengabulkan ketulusan doaku untuk ibunda antum. Demi hak Nabi Muhammad dan Ahlul Baytnya, semoga beliau dikaruniai kesembuhan dengan penyembuhanNya, pengobatan dengan pengobatanNya, dan dijauhkan dari segala siksa dan bala’Nya. Semoga dikaruniai kesabaran dan ketabahan bagi semua putra putrinya dalam merawat yang paling berjasa dalam hidup, ibu. Aminen Ya Robbal ‘Alamien… Semoga berkenan. Aku juga mohon maaf yang sebesar-besarnya lahir dan batin.

  4. Doaku untuk ibunda Bang Aris. Semoga Allah memberikan yang terbaik kepada ibunda Bang Aris. amin Allahuma amin. Jika ustad labib punya nomer kontak bang Aris, mohon diinfomasikan.
    Saya kenal Bang Aris sejak di Malang tahun 2002, kemudian kami lama tidak kontak. kami berjumpa lagi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam lokakarya mahasiswa Ushuludin UIN se-Indonesia pada akhir 2005, jika tidak salah dengan tema “kepemimpinan dan demokrasi dalam islam”, ketika itu Bang Aris sebagai pembicara dan saya peserta. Setelah lokakarya, saya datang ke markas Bang aris di Kosmik di Unas pasar minggu dan menginap beberapa hari di sana. Luar biasa, sebagai tamu saya merasa terhormat, apalagi di kosmik saya mendapat penjelasan tentang demokrasi dan “penipuan Massal”, setiap mengucapkan dua kata ini, saya teringat Bang Aris. sempat juga saya diajak ke emperan toko di lampu merah cilandak, tempat belajarnya anak-anak jalanan yang diasuh bang Aris. Sebelum pulang ke malang, beberapa buku Bang Aris saya photo copy. TErklahir saya sempat bertemu ustad Labib di Kosmik. Semoga bang Aris yang aktifis ini mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari Allah Swt dan ibu Bang Aris segera mendapatkan yang terbaik dari Allah , Amin Allahuma amien.

  5. Semoga Allah menyembuhkan ibu kawanku yang bernama Aris, amien ya Allah. Semoga sabar dan tawakal selalu menemani Aris yang selalu tidak sabar melihat ketidak adilan didepan mata, dan semoga jiwa Aris semakin hidup dengan melihat dan merawat ibunya yang sedang koma. Ya Allah ampunilah dosa-dosa ibunya Aris, dan jadikanlah sakit yang diderita ibunya Aris sebagai pengampun dosa-dosanya. Amin ya Robbal alamin.

  6. Walapaun aku tak sering berdoa, untuk yang satu ini aku merasa wajib. mudah-mudahan Aris tegar, ibu diberi Allah kesembuhan..

    Note For Aris: Kehilangan kamu berarti absennya “kelembutan” yang memaksa aku harus beradaptasi lagi dengan dunia…

News Feed