IBUKOTA “KERAJAAN LANGIT”

IBUKOTA “KERAJAAN LANGIT”

Di sini dan pesisir yang memanjang dari Madura hingga kota ini kekuasaan kultural lebih berpengaruh ketimbang kekuasaan struktural. Kewibawaan kemeja safari pejabat Pemda atau seragam Korpri ditundukkan oleh kesaktian selendang, koko dan sorban kyai. Inilah “ibukota Tapal Kuda”. Orang lokal menyebutnya Pato’an, sebuah daerah kecil dalam kota bernama Situbondo.

Dialek bahasa Madura di kota langganan banjir ini lebih mendayu dan bernada. Mungkin akibat kuat pengaruh budaya santri yang terlatih mengaji Quran dengan kaidah tajwid dan nazam kitab2 standar Nahwu seperi kitab Alfiyah dan Ujrumiyah yang dibaca bersama dengan irama rancak dalam langgam khas pesisir. Baca juga: AGAMA DAN KEBANGSAAN

Kekuasaan kultural dianggap atau ditetapkan (entah oleh siapa) sebagai “anugerah” dan hak “taken for granted” temurun yang beredar dalam lingkaran keluarga tertentu. Kekuasaan brand langit ini tanpa pensiun dan diwariskan. Baca juga: TRAGEDI SAMPANG: KUASA PEMBODOHAN

Entah berapa jumlah pondok pesantren di sini. Yang pasti sangat banyak dengan jumlah santri yang bervarisi. Tapi pesantren terbesar dan sangat terkenal terletak di Sukrejo dalam Situbondo timur. Pendirinya adalah sosok terkemuka dalam list para ulama besar NU. Dialah KH Asad Syamsul Arifin.

News Feed