INSIDEN TOL CIKAMPEK ANTARA PRO DAN KONTRA

Insiden bersenjata di tol Cikampek KM 50 beberapa hari lalu yang mengakibatkan terbunuhnya 6 orang disikapi secara beragam antara pro dan kontra oleh individu-individu dalam komunitas Syiah meski dengan selisih prosentase. Fakta ini terlihat jelas di medsos.

Keragaman sikap ini patut diapresiasi karena mencerminkan kesadaran konstitusional setiap individu Syiah sebagai warga negara dalam menyikapi setiap fenomena sosial dan politik di Tanah Air dengan menanggung segala konsekuensinya secara moral dan konstitusional.

Karenanya, masyarakat umum dan Pemerintah serta pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga setiap individu Syiah mestinya memahami bahwa komunitas ini menjunjung tinggi kemandirian individual dalam menyikapi setiap fenomena sosial dan politik di Tanah Air.

Meski setiap individu di dalamnya menikmati hak konstitusionalnya dalam penyikapan, komunitas ini bersepakat mengimani Pancasila dan UUD sebagai asas negara dan mendukung legalitas pemerintah yang terpilih secara demokratis.

Tentu mendukung legalitas Pemerintah yang terplih tak berarti mendukung semua kebijakan dan keputusannya serta penanganannya terhadap aneka problema politik dan sosial.

Meski berbeda sikap terhadap insiden tersebut, setiap invidu patut mengecam setiap tindakan oleh siapapun yang bertentangan dengan hukum dan undang-undang terutama yang menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan stabilitas.

Karena itu, tak seorang pun berhak mengatasnamakan komunitas ini dalam penyikapan berupa pemihakan tertentu terkait kasus ini dan lainnya. Karena itu pula, setiap individu tak punya hak memaksakan sikap dan pandangan politiknya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed