“INTOLERANSI TEOLOGIS”

Karena terlanjur mengkuduskan para pelapor berita (perawi), memastikan teks-teks yang telah dihimpun oleh mereka sebagai ucapan Nabi SAW yang diyakini sebagai wahyu itu.

Karena buku-buku itu memuat teks-teks yang diyakini disebagai ucapan Nabi SAW yang merupakan wahyu, menetapkannya sebagai buku paling otentik setelah al-Quran.

Karena buku-buku yang dianggap paling otentik itu memuat beberapa teks yang secara denotatif menganjurkan agresi terhadap siapapun yang tak sekeyakinan, memahami bahwa agresi berupa penyerangan, pembakaran dan lainnya sebagai anjuran agama.

Karena agresi terhadap siapapun yang tak sekeyakinan dianggap anjuran agama, sebagian besar agamawan adalah orang-orang intoleran.

Karena para agamawan intoleran mengutipnya dan menyebarkannya, umat menganggap intoleransi sebagai ekspresi bela agama.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed