Iran dan Jepang Berebut Kursi di DK PBB

Setelah memandulkan sanksi ekonomi Amerika dan Eropa atas negaranya, akibat konflik AS-Rusia dan hantam badai krisis perbankan, Iran masih terus menerbitkan kejutan. Meski sering menjadi “target langganan” DK PBB, Republik Islam Iran malah menjadi salah satu kandidat kuat anggota tidak tetap bersaing dengan Jepang, raksasa industri Asia.

Hari ini, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan mengadakan pemilihan untuk memilih anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK-PBB).

Dunia internasional pun mengarah pada Iran dan Jepang yang berjuang merebut posisi mewakili Benua Asia. Iran yang sedang dikenai sanksi Dewan Keamanan PBB karena menolak penghentian program nuklir akan berhadapan dengan Jepang yang merupakan negara terbesar dalam kontribusinya dalam anggaran PBB.

Faktor sumbangan dana itu menjadi tekanan kuat untuk menjadikan Jepang sebagai anggota DK-PBB. Menurut diplomat barat, pembahasan mengenai keanggotaan tidak tetap DK PBB akan menjadi suatu hal yang memalukan bagi Jepang.

Kenapa? Menurut dia, pada pemilihan putaran pertama anggota tidak tetap DK PBB, Jepang berhasil ditaklukkan Indonesia yang berhasil merebut kursi itu. Menurut Duta Besar Jepang untuk PBB Yukio Takasu, Jepang sangat optimistis menjadi anggota tidak tetap DK-PBB.

“Kita yakin Jepang akan menjadi anggota DK-PBB,” ujarnya.Tiga tahun lalu, Jepang bergabung dengan Jerman, Brasil, dan India mengajukan pengakuan kepada 15 anggota Dewan Keamanan tanpa hak veto. Namun, usaha mereka sia-sia karena berhadapan dengan Amerika Serikat, China, dan negara-negara rival mereka seperti Italia, Pakistan, dan Argentina.

Sementara kantor berita Fars melaporkan bahwa Komisi Parlemen Bidang Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Alaeddin Boroujerdi telah melakukan pendekatan dengan Jepang. Dia mengatakan, Iran dan Jepang membicarakan pertukaran dukungan, Tokyo mendukung Teheran untuk keanggotaan tidak tetap DKPBB kali ini.

“Nah, kemudian Iran mendukung Jepang untuk duduk sebagai anggota tetap DK-PBB,” katanya. Di negara-negara Eropa, persaingan antara Austria, Islandia, dan Turki semakin memanas. Diplomat-diplomat PBB menyatakan Turki sepertinya akan mendapatkan satu kursi karena mendapatkan dukungan kuat dari negara-negara muslim.

Sebagaimana dilaporkan oleh sindo, Menteri Luar Negeri Turki Ali Babacan telah melobi negara-negara di Asia Pasifik dan Afrika mengenai keanggotaan tidak tetap DK-PBB. “Kelihatannya dukungan untuk Turki semakin menguat,” ujar Babacan kepada Anatolia. Dia juga mengatakan, Turki bermain aman dengan tidak berkomentar mengenai kandidat negara lain.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed