Skip to main content

Iran Peringatkan AS Tak Campuri Kemelut Kaukasus

By August 27, 2008No Comments

Iran memperingatkan Amerika Serikat atas campur tangan dalam kegentingan Kaukasus, kata kantor berita ISNA pada Senin.

“Kekuasaan di luar wilayah itu sebaiknya tidak mencari alasan atas ketegangan dan keguncangan di daerah genting itu,” kata ISNA mengutip keterangan Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki.

“Takdir mereka di Kaukasus pasti tidak berbeda dengan keruwetan mereka di daerah lain, tempat mereka sudah menciptakan kemelut,” tambah Mottaki, merujuk pada kehadiran Amerika Serikat di Irak dan Afganistan.

Tapi, pemimpin diplomat Iran itu menyuarakan keprihatinan bahwa kemelut di Ossetia Selatan mengarah ke perang dingin baru.

“Sengketa antara kedua negara besar (Amerika Serikat dan Rusia) itu memang pokok keprihatinan,” kata Mottaki.

Menteri itu lebih lanjut membantah berita bahwa Rusia mungkin memakai sengketa kegiatan nuklir Iran –memveto hukuman lebih lanjut atas Teheran– sebagai alat tekan pada Barat dalam ketegangan atas Georgia.

“Kami mendukung perdamaian dan ketenangan di wilayah Kaukasus dan kegentingan di sana sebaiknya ditangani di tempatnya,” kata Mottaki.

“Tapi, kami berharap salah hitung dan tanda tidak akan menyebabkan sengketa baru,” tambahnya.

Pengamat percaya bahwa Iran memihak Russia dalam kemelut itu, sehingga peningkatan kehadiran Amerika Serikat di daerah itu –selain di tetangganya, Irak dan Afganistan– akan menjadi kemungkinan penting bahaya bagi negara tersebut.