Iran Sambut Proposal Konsorsium Nuklir Saudi dan Negar-negara Teluk Persia

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Manouchehr Mottaki, Rabu (27/7) menerima koleganya dari Arab Saudi, Menlu Saud al-Faisal berikut sebuah proposal untuk membentuk semacam konsorsium nuklir, yang menghimpun di dalamnya Iran dan negara-negara anggota Persian Gulf Cooperation Council (PGCC). Mottaki mengatakan bahwa Iran menyambut proposal itu dan siap untuk menegosiasikannya.

Menurut Mottaki, Iran memandang perkembangan dan kemajuannya sebagai juga milik negara-negara tetangganya.

Iran siap memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya dalam banyak bidang untuk membantu pembangunan negara-negara tetangga atas izin negara-negara tersebut,” kata Mottaki.

Dia juga mengutip kembali pernyataan negara-negara anggota PGCC, dalam pertemuan mereka di Riyadh tahun lalu, yang menyuarakan ketertarikan negara-negara tersebut untuk memproduksi energi nuklir. Iran segera menyambut inisiatif PGCC itu dalam kaitan dengan kebutuhan untuk memanfaatkan sumber-sumber energy yang dapat diperbaharui, khususnya energi nuklir, sebagai energi alternative bagi bahan bakar fosil yang terus menipis.

Kami selalu menyatakan kesiapan kami untuk bekerja sama dengan negara-negara mana pun dalam program nuklir damai,” tegasnya.

Menanggapi beberapa kalangan yang coba menggambarkan isu nuklir sebagai sumber pertentangan antara Iran dan negara-negara Arab, Mottaki mengatakan. “Dalam pandangan kami, persoalan ini merupakan salah satu alasan yang positif untuk mengembangkan kerja sama regional dan secara efektif akan mampu berkontribusi pada perkembangan ekonomi dan kemajuan kawasan.” (Sumber: IRNA).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Salamun – Alaikum

    Negara-negara kawasan Timur, khususnya yang berkependudukan mayoritas Muslim bahkan terlebih lagi bagi negara-negara Anggota ” Organisasi Konfrensi Islam /OKI”, semestinya mengakui secara dejure dengan mengusungkan sokongan dan pembelaannya dengan tegas terhadap hak memanfaatkan energi nuklir bagi negara-negara mana pun dalam program nuklir damai, Khususny bagi negara Republik Islam Iran, yang sedang dipermasalahkan oleh negara-negara Barat, yang diprakarsai oleh syaithon besar yang berkepala dua / Amerika dan Israil, Persoalan yang lumrah dan syah secara hukum antara bangsa, dalam kaca mata syaiton besar itu menjadi persoalan tidak lumrah dan tidak syah karena objeknya adalah Iran Islami, Ini bukan lagi suatu kewajaran apa-bila sengaja dibuat-buat untuk membekukan Iran Islami, dan negara-negara sejawat semestinya kompak membela Republik Islam Iran dan dengan cepat membungkam mulut Syaitonul-Akhbar itu, supaya ia tak semena-mena memperlakukan penggalan penting dari badan ummat Islam ini, karena otak kehebatan ummat Islam sekarang sedang berada di Iran dan anggota badan ummat Islam yang berada dinegara-negara lain harus merasa berkewajiban untuk bersiaga membela Iran, karena kalau Iran Berjaya, seluruh ummat Islam dimuka Bumi ini akan mencapai kejayaannya karena Iran merasa dimanapun ummat Islam berada ia dipandang sebagai saudaranya sendiri, bukankah yang benar tanah air ummat Islam adalah Islam itu sendiri sebagai pandangan Dunia dan Idiologinya ?!!.Kalau tak demikian sudah pasti Anda akan menjadi seperti yang diinginkan oleh Syaithon besar (tertipu dan menjadi bonekanya).

News Feed