Skip to main content

Iran tak cemaskan Paket Militer AS untuk Negara-negara Arab

By October 16, 2011One Comment

ahmadinejad-kecil.jpg

Iran mengatakan bahwa paket kesepakatan militer AS dengan negara-negara Teluk tetangganya tidak membuatnya cemas. Sementara itu, AS menegaskan bahwa paket “jor-joran” itu memang ditujukan untuk menandingi semakin berkembangnya pengaruh Iran di kawasan.

Para pejabat tinggi AS mengkonfirmasi laporan media-media massa mereka bahwa Washington dan Pentagon akan merealisasikan paket kesepakatan militer (berupa sistem persenjataan mutakhir) senilai 13 milyar dolar untuk Mesir, 20 milyar dolar untuk Arab Saudi, dan milyaran dolar lainnya untuk negara-negara Arab-Teluk lainnya, serta 30 milyar dollar untuk Israel.

Menanggapi rencana tersebut, Menhan Iran, Mostafa Mohammad Najjar, memandang bahwa AS tengah menciptakan “perlombaan senjata” yang palsu demi untuk meningkatkan pendapatan korporasi-korporasi militer mereka.

Bagi Najjar, setiap negara memiliki hak untuk membeli persenjataan demi meningkatkan kapabilitas pertahanannya. Oleh karenanya, Iran tidak merasa perlu cemas dengan rencana tersebut. “Iran memandang bahwa kemampuan pertahanan negara-negara Muslim adalah bagian dari kemampuan dunia Islam,” tambahnya.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini, melihat dengan menjual senjata kepada negara-negara Teluk, AS selalu saja mendapatkan dalih untuk terus mempertahankan superioritas militer Israel di kawasan.

Hosseini merujuk kepada besarnya paket yang ditujukan kepada Israel, yakni 30 milyar dolar AS. Jumlah ini membuat bantuan militer AS kepada negara Yahudi itu meroket ke angka rata-rata 600 milyar dolar per tahunnya.

Bahkan, sebagaimana dilaporkan the New York Times, paket bagi negara-negara Arab itu pada awalnya tertunda karena Israel tidak menyetujui beberapa item amunisi canggih yang ada dalam paket tersebut.

Sementara itu, Menlu AS, Condoleezza Rice, menjelang lawatannya ke beberapa negara Teluk dan Israel, menegaskan bahwa paket kesepakatan itu memang ditujukan untuk menandingi bangkitnya pengaruh Iran di kawasan.

“Langkah ini akan meningkatkan kemampuan pihak-pihak yang moderat dan mendukung strategi yang lebih luas untuk menghadapi pengaruh-pengaruh negatif dari al-Qaida, Hizbullah, Suriah, dan Iran,” katanya.[irm]

Sumber: AFP, Reuters, IRNA