Kamus Per-TKW-an

Di zaman sekarang, setiap lingkungan kerja menciptakan komunitas dengan ciri tertentu, sebagai akibat dari dinamika ekonomi yang kian ketat dan kompetitif. Komunitas yang unik itu pun terbentuk oleh budaya, rutinitas dan pola kerja yang khas. Salah satunya adalah pola komunikasi yang khas pula.

eks-abaya-hitam-dan-non-pahlawan devisa or derita?

Kalau kita amati sepanjang jalan raya Condet atau Asem Baris atau Ciliwung, maka kita akan menemukan sebuah komunitas khas yang terbentuk secara natural dan mudah diidentifikasi, yaitu bisnis PJTKI, sederet perusahaan yang bergerak dalam bidang penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.

Karena sering berhubungan dengan orang-orang yang mengais uang dalam bidang ini, saya temukan sejumlah terminologi dan istilah lucu. Terdengar lucu, karena mengalami reduksi dari arti asalnya atau diucapkan dengan dialek yang sama sekali beda dari konvensi dasarnya.


Berikut kamus kecil atau glossarium dalam bisnis per-te-ka-we-an.


PT

Semula berarti perseroan terbatas. Tapi kini sebutan PT di kalangan unik ini berarti usaha penyaluran TKI.

NP

Ini buka akronim yang bisa ditemukan dalam buku kamus umum. Ia adalah singkatan dari kata “Numpang Proses”. Istilah ini menujuk kepada perushaan jasa tenaga kerja yang tidak memiliki SIUP atau izin resmi dari Departemen Tenaga Kerja. Biasanya, pengelolanya menggunakan nama dan surat-surat PJTKI yang resmi, untuk mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Uniknya, NP lebih giat dan lebih gesit mendatangkan profit daripada perusahaan resmi, karena ia tidak dikenai pajak, pungutan oknum pemda maupun aparat kepolisian dan imigrasi.

Handle

Diambil dari bahasa Inggris, namun tidak untuk menunjuk kepada semua aksi yang memiliki pengertian “ambil alih” atau “penanganan”. Ia adalah istilah khusus yang menujuk kerja seorang yang mengatasi kesulitan dan proses pemberangkatan para TKI (pria maupun wanita) di bandara. Tentu, termasuk melakukan lobbying dan memberikan uang pelicin kepada orang-orang berseragam di bandara.

Ex

Semula artinya “mantan” atau “bekas”. Tapi dalam komunitas per-teka-we-an, ex adalah atribut bagi tenaga kerja yang pernah bekerja di luar negeri. Biasanya sudah bisa masak ala Timteng mulai dari goremham sambosa sampai membuat nasi mandi (sejenis daging bakar begitulah). Ex sudah mulai mengalami arabisasi dalam gaya bicara, busana dan selera. Harganya bisanya lebih mahal dari TKW kategori “non”

Non

Ia adalah sebutan untuk calon TKI yang belum pernah naik pesawat baik domestik maupun internasional.

Tracfking

Kasus yang sering dijadikan alat peras para oknum kepolisian terhadap PJTKI nakal atau lalai karena dituduh memalsukan usia TKW yang dikirim. Sebutan ini adalah mimpi buruk bagi para pengelola jasa tenaga kerja.

Interview

Ini adalah salah satu prosedur standar bagi setiap calon TKI yang masuk penampungan. Tapi dalam kasus tertentu, istilah ini mungkin mirip dengan judul film yang diperankan oleh Tom Cruise dan Brad Pitt.

Sponsor

Ini tidak bisa diartikan sebagai penyandang dana. Dalam komunitas bisnis per-teka-we-an, ia adalah orang yang berurusan langsung dengan TKI pria maupun wanita. Dia melakukan pengembaraan ke daerah-daerah yang dikenal lumbung TKI, seperti Jawa Barat, Madura dan Lombok. Para sponsor membekali diri dengan kemampuan persuasi dan pendekatan kultrural. Umumnya menguasai bahasa daerah tempat ia melakukan modus operandinya. Mereka yang akan menyerahkan para calon “khdammah” itu ke PJTI baik yang aseli maupun NP maupun “kaki lima” (perusahaan penyaluran tenaga kerja yang lebih “militan” dari NP).

Pasporing

Istilah ini mulai diindonesiakan dengan “pasporan”. Yaitu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan keimigrasian, mulai dari pengambilan foto hingga sidik jari dalam paspor.

Sifarah

Dalam bahasa Arab modern, ia berarti kedutaan besar. Tapi dalam komunitas ini telah direduksi khusus bagi Kedutaan Arab Saudi dan negara-negara pengguna jasa TKI. Para juragan PJTKI sangat sering berurusan dengan gedung yang ada di Cawang ini karena pengurusan visa tenaga kerja.

Fee

Adalah upah atau biaya uang dengar, uang mencarikan alamat, uang memberikan info dan jasa-jasa lain dalam per-te-ka-we-an yang telah ditentukan prosentase besaran dan kecilannya. Para sponsor menerima fee berdasarkan jumlah “bawaan” dan kualifikasi kelayakan fisik dan lainnya.

Fit dan unfit

Adalah hasil tes kesehatan yang dilakukan oleh Medical Center yang biasanya berjejer atau bersebelahan dengan kantor PJTKI dan penampungan TKI. Laboratorium-laboratorium swasta itu bekerja sama dengan PJKTI, bahkan sebagaian dikelola oleh satu pemilik. Fit adalah hasil yang menyenangkan bagi sponsor dan PJTKI. Sedangkan unfit adalah hasil negatif yang bila calon TKI terbukti mengidap penyakit kronis, maka harus dikarantinakan dan diobati, atau bahkan didiskualifikasi. (Tulisan ini hanyalah guyonan yang di sajikan untuk menghibur menjelang weekend)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 comments

  1. Ada tambahan sikit Ust …

    MukaBala ….. bener2 sesuai teksnya … artinya muka tkw bikin Bala !! Terpental atau tertolak saat visa nya tidak diterima KBSA karena WAJAH TKI nya terlalu kecil umurnya …

    Sprint … artinya cepet2 dalam proses …. semua dokumen TKI maen SOGOK dengan pihak pemerintah, dan anehnya pemerintah nya nerimaaaa ajaaa …

  2. Interview yg ada Brad Pitt dan Tom Cruise…wah wah…interview sama Lestat sang penyedot darah orang dong? (Interview with the Vampire?)

  3. ada tambahan dikit tad: PL adalah petugas lapangan istilah lain sponsor.
    MD bagi tki yang mundur diri dari penampungan alias batal. MAM adalah induk semang yg ditakuti para tki di penampungan. dan masih banyak lagi yg aku gak tau

  4. kenapa para sponsor tega memberi fee.kadang tidak manusiawi,mudahmudahan sponsor yang banyak makan duit calon tkw mati nga diterima bumi,anehnya pjtki nga memberi bantuan pengertian kepda calon tkw,kalau bisa untung terus,,,,,,,,bahwa fee yang diberi sebenarnya cukup besar untuk slama di penampungan

News Feed