KARUNIA KESADARAN

Hari-hari ini saya mencoba bersahabat dengan beberapa musibah seraya menganggapnya sebagai anugerah kesadaran. Setiap orang akan mengalami situasi tersulit dalam salah satu momen hidup karena dunia adalah arena dialektika dan rotasi.

Disebut musibah karena manusia pada umumnya menganggap seluruh peristiwa yang tak sesuai harapannya sebagai musibah dan bencana.

Disebut situasi tersulit karena sulit, sangat sulit dan paling sulit tak ditentukan oleh fakta sebuah atau beberapa peristiwa tapi karena subjek yang mengalaminya. Kadang sebuah musibah terlihat kecil dan ringan bagi orang lain tapi sangat besar dan berat bagi yang menghadapinya.

Karena telah terjadi berdasarkan sebab-sebab niscayanya, peristiwa apapun, yang berguna dan yang dianggap tak berguna bagi dirinya takkan bisa diubah. Karena tak bisa diubah, meratapinya pun seolah-olah percuma. Dan karena percuma meratapinya, menerimanya dengan ikhlas menjadi pilihan yang logis.

Menerima dengan ikhlas musibah menjadi pilihan logis karena itu dapat membantunya berjiwa tenang dan bersikap rasional sehingga dapat mencari solusi terbaik.

Keikhlasan adalah menerima dengan syukur karunia yang diberikan dan melepas dengan tabah karunia yang diambil.

Karunia yang diambil tetaplah karunia bila dilepas dengan tabah karena ketabahan tertebus pahala.

Karunia utama bukanlah sesuatu yang diberikan tapi syukur hamba saat memperolehnya dan tabah kala melepasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed