KATA SEMPURNA

Kata adalah pikiran yang diungkap oleh subjek berupa simbol yang ditulis, diujarkan dan diisyaratkan dengan ragam sarana dan cara natural atau konvensional.

Makna adalah pikiran yang ditangkap oleh objek di balik kata yang terbaca, terdengar dan terisyaratkan dengan ragam sarana dan cara natural atau konvensional.

Kata dan makna adalah pasangan yang dikaitkan oleh pikiran. Pikiran membentuk kata. Bila makna adalah pikiran dalam benak pengucap dan penulis, maka ia mendahului kata. Bila makna adalah pikiran dalam benak pembaca dan pendengar, maka kata mendahului makna.

Kata ditetapkan sebagai benar bila sesuai logika dan galat bila melanggarnya. Kata dipredikasi baik (lembut dan semacamnya) bila mematuhi etika dan buruk bila tak mematuhinya. Kata disebut indah bila memperhatikan estetika dan buruk bila tak memperhatikannya. Artinya, logika, etika dan estetika bisa berkumpul dan bisa pula berpisah.

Kadang kata indah bukanlah kata yang benar dan baik. Kadang kata benar bukanlah yang baik dan indah. Kadang pula kata baik bukanlah kata yang benar dan indah. Tapi yang harus diwaspadai adalah kata yang tidak benar, tidak baik dan tidak indah.

Kata ‘thayyib” mungkin dapat dianggap sebagai penghimpun tiga nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan. Allah SWT berfirman dalam ayat 10 surah Al-Fathir “KepadaNya kata tayyib melambung, dan perbuatan saleh pun diangkat olehNya.” Itulah kata sempurna.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed