Kawasan Paling Horor di Jakarta

Saat melewati jalan itu dan terpaksa menghentikan mobil atau motor, karena lampu merah menyala, anda akan diserbu oleh puluhan pengamen, pemeras dan tenaga ahli pembersih kaca mobil.

Letaknya di Jakarta Timur. Posisinya sangat strategis, di perbatasan Jakarta Pusat, Timur, dan Utara. Tampak, sejumlah rumah dan gubuk berdiri di tepi Waduk Ria Rio. Penduduknya, umumnya, pendatang, yang sudah bermukim di sini sejak puluhan tahun lalu.

Sebagai pemukiman terbuka, jumlah penduduknya tiap hari bisa bertambah dan berkurang. Penghuni liar di utara perempatan hijrah ke selatan perempatan karena menghindari penggusuran yang digunakan untuk pelebaran fly over. Alhasil, penghuni rumah liar itu makin tak terbendung.

Pertambahan penduduk itu makin membuat persaingan mencari rezeki makin tajam. Bahkan, diduga kelompok perampok Kapak Merah ikut melarikan diri ke kawasan itu Sebab, wilayah mereka di utara perempatan terkena penggusuran. Selain itu, gang curanmor yang berbasis kedaerahan dan pengedar narkoba kelas teri ikut bersemayam di wilayah ini. Pencopet dan waria tumbuh subur di pemukiman ini

Ratusan warga hidup di sana dengan standar hidup paling bawah dalam ‘rumah-rumahanan’ yang berdinding triplek dan kardus.

Ada ratusan anak jalanan, pengemis dan segala jenis rakyat kelas terabaikan hidup di situ di tengah pengap, debu, deru bising, kejahatan, dan kekerasan. Inilah Pedongkelan, kawasan paling horor di Jakarta, Bronx ala Indonesia.

Apakah karena penduduknya liar dan miskin, mereka harus diusir dengan modus ‘kebakaran’? Apakah mereka dianggap ‘semi manusia’, sehingga teriakan dan protes mereka diabaikan, sedangkan warga Pondok Indah dianggap ‘manusia beneran’ sehingga protes mereka terhadap rencana pembangunan busway patut didengar?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed