KAYA DAN MISKIN

Kata kaya dan miskin punya makna primer yaitu taraf hidup dengan standar pendapatan tertentu dalam pemenuhan kebutuhan perdana, kedua dan ketiga. Kaya dan miskin kadang dikaitkan dengan makna abstrak sehingga beredarlah istilah kaya hati dan miskin jiwa. Namun makna sekunder itu tak bisa dipergunakan dalam konteks analisa logis karena dianggap simplistis dan tak solutif dan hanya digunakan untuk tujuan motivasi.

Tiga penyakit moral yang mudah menyerang orang miskin, yaitu dengki, khianat dan putus harapan. Tiga penyakit moral yang mudah menyerang orang kaya, yaitu sombong, rakus dan kikir.

Bukankah perilaku baik dan buruk ditentukan oleh tinggi dan rendahnya kualitas jiwa dan mental tanpa melihat posisi sosial subjek? Justru kualitas jiwa adalah akibat worldview yang mengarahkannya menjadi pengabut paradigma kebenaran atau paradigma keuntungan. Kaya dan miskin pada dasarnya bukanlah bagian dari prilaku positif dan negatif, karena keduanya bersifat netral, bisa positif dan bisa negatif.

Mengapa dikatakan mudah? Mudah berarti tak memastikan dan memberikan ruang kemungkinan yang lebih besar. Karena relasi keselaluan, meski bukan keniscayaan. Keselaluan adalah jenis relasi kausal yang kadang digantikan oleh relasi lain bila syarat-syaratnya tak terpenuhi. Artinya, disebut mudah demi menegaskan relasi dekat, dengan subjek tertentu dalam kondisi tertentu. bukan niscaya.

Mengapa sombong mudah menyerang orang kaya? Sombong perlu syarat. Kekayaan adalah salah satu syarat dan kondisi yang kerap dan selalu dijadikan alasan untuk sombong. Karena orang sombol lebih pantas sombong, orang miskin sombong dianggap anomali. Tentu saja, hanya orang kaya tak rasional yang menjadikan kekayaan yang merupakan amanat Tuhan sebagai alasan kesombongan. Fakta ironisnya ialah sebagian besar orang kaya bersikap sombong sedemikian lazimnya sehingga bila seorang kaya bersikap rendah hati, jadi buah bibir dan dikenal luas.

Mengapa rakus mudah menyerang orang kaya? Rakus adalah karakter dan prilaku yang didorong oleh kehendak memperbanyak atau menambahkan sesuatu pada sesuatu lain yang telah diperolehnya dengan cara tak wajar. Kerakusan hanya terjadi bila subjek telah memilikinya dalam ukuran yang lebih kecil dan sedikit dibandingkan dengan sesuatu yang tak dimilikinya.

Mengapa kikir mudah menyerang orang kaya? Karena kikir hanya terjadi saat seseorang menahan diri untuk tidak memberikan sesuatu melebihi kebutuhannya kepada orang lain yang sangat memerlukannya untuk tujuan yang mendesak. Karena kikir bukan sekadar tak berbagi dan dermawan bukan sekadar memberikan sesuatu, maka kikir perlu memerlukan syarat faktual dan rasional. Salah satu alasan orang bersikap kikir adalah menganggap orang miskin yang perlu dibantu sebagai orang yang tidak berusaha segigih dirinya sehingga dianggap tak layak dibantu.

Mengapa dengki mudah menyerang orang miskin? Dengki adalah prilaku yang didorong kehendak mengambil atau memusnahkan sesuatu yang dipandang sebagai anugerah, keberuntungan atau keunggulan yang dinikmati oleh orang lain. Karena orang miskin adalah orang serba kekurangan dan orang kaya serba kelebihan, maka kelebihan itu menjadi lebih berpotensi merangsang sebagian orang miskin yang, karena tak jernih akal dan hati, menganggap kekayaan orang lain sebagai hasil kejahatan agar memudahkannya melakukan aksi-aksi yang merupakan aplikasi aktual kedengkian seperti mencuri, menipu dan sebagainya.

Mengapa khianat mudah menyerang orang miskin? Alasan khianat adalah menghindari beban, mencari keuntungan yang lebih mudah didapat dan keuntungan yang lebih mudah diperoleh. Orang yang merasa tak beruntung meski merasa sudah berusaha secara maksimal lebih terangsang untuk mengabaikan aturan-aturan yang dianggapnya menghalangi jalan keberuntungan. Saat itulah sebagian orang miskin menerjang norma, aturan dan ikatan yang diterimanya.

Mengapa putus harapan mudah menyerang orang miskin? Jawabannya sangat gamblang dan tak perlu deskripsi panjang. Lalu, apa yang buruk dari putus harapan? Ia adalah gerbang semua perbuatan negatif dan aksi kriminal.

Akhir kata, kaya dan miskin sama-sama netral pada dirinya, bisa menjadi baik dan bisa buruk dipengaruhi oleh pandangan dunianya alias imannya. Hubbudduniya atau cinta dunia bisa menjangkiti yang bergelimang harta tamak dan bisa menjangkiti yang tak punya harta tapi selalu mencari harta dengan menerjang norma dan hukum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed