KEBAHAGIAAN EKSISTENSIAL

Bila tak merasa bahagia, pikirkanlah bahagia. Kebahagiaan bisa dirasakan dengan hati atau dipikirkan dengan akal.

Cara mudah merasakan kebahagiaan adalah mengajak orang lain bahagia.

Kebahagiaan bukanlah capaian, tapi kesadaran.

Kesengsaraan adalah kebahagiaan yang tak disadari.

Kebahagiaan tertinggi adalah kesadaran rasional tentang transubstansi (proses menuju kesempurnaan) dalam ragam bentuknya.

[ads1]

Kebahagiaan adalah kesengsaraan yang disadari sebagai proses purifikasi (penjernihan).

Kesengsaran sejati adalah buah materialisasi hakikat kebahagiaan.

Kebahagiaan tersimpan rapi dalam slot setiap orang. Hanya akal sehat yang dapat mengaktifkannya.

Orang yang mempunyai kesadaran eksistensi memastikan kesengsaraan sebagai nirbahagia.

Banyak orang bersyukur karena bahagia. Sedikit orang bahagia karena bersyukur.

Menanti dan mengharap orang lain sebagai sumber kebahagiaan adalah bibit kesengsaraan.

Sebagian besar orang menganggap kebahagiaan sebagai sensasi. Sebagian kecil orang menganggapnya sebagai iluminasi.

Kesedihan tak selalu bermakna kesengsaraan. Kegembiraan tak niscaya berarti kebahagiaan.

[ads1]

Keseimbangan jiwa adalah indikator kebahagiaan rasional.

Bahagia tak mesti gembira. Sedih tak niscaya sengsara.

Kesedihan karena alasan vertikal adalah kebahagiaan. Kegembiraan karena alasan horisontal adalah kesengsaraan.

Berkoneksi denganNya adalah kebahagiaan. Muhammad SAW adalah terminal kebahagiaan. Jejiwa suci adalah halte-haltenya.

Bahagialah karena Dia meski sedih karena mereka.

Inilah secuil tentang “Kebahagiaan Eksistensial.”

News Feed