Kecantikan Sejati 2

beauty.jpg

Masih terngiang isi email yang saya terima dari seorang wanita yang mengeluhkan perlakuan diskriminatif terhadap wanita berdasarkan raga dan paras. Saat bingung mempersiapkan sebuah tulisan untuk membalasnya demi meyakikannya tentang ‘kecantikan transenden’, saya menemukan sebuah posting yang layak dibaca.

Jika Anda Cantik, Hidup Anda Tak Tenang. Itulah sepenggal kalimat yang kutemukan di novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata. Saya sempat tertegun beberapa jenak memahami kalimat ini. Lalu, dengan serta-merta saya mengatakan: YA. Benar sekali!!!

Bukan berarti karena saya cantik, lalu mengorelasikan dengan hidup saya yang sedikit tak tenang. Cantik kan istilah ganteng, tampan, atau cakep buat seorang cewek. Nah, ngerasa cukup ‘ganteng’ – GR tingkat tinggi banget – saya pun mengiyakan Andrea Hirata. Bahwa memang benar apa yang dikatakannya. Lo cakep, Lo gak tenang…

Kenapa?

Barangkali ada di antara pembaca – MPers khususnya, yang bener2 cantik atau bener2 ganteng, yang merasa cantik atau merasa ganteng, lalu tanyakan pada diri Anda. Gimana sih perasaan Anda tentang kecantikan atau kegantengan Anda? Apalagi jika Anda sedang berada di dekat orang-orang yang secara fisik ‘jauh’ di bawah Anda? Hmmm…jujur deh! Ngerasa diri ‘lebih’ pasti sempat terbit dari hati Anda! Iya kan?

Wahai para wanita cantik n lelaki ganteng…

Jika Anda sedang berada di angkot, di pasar, kantor, kampus, jalan, mall, masjid, gereja, tempat arisan, atau di mana saja di dunia ini, saya yakin Anda akan mengalami dilema.

Dilema apa?

Jika kebetulan Anda paling cakep di antara orang-orang sekitar Anda tersebut, atau menjadi salah satu di antara yang cakep2, sementara ada yang ‘di bawah’ Anda, maka siap-siaplah dijangkiti virus bernama ‘sombong’ atau perasaan ‘better than’.

Namun, jika orang-orang sekitar Anda tersebut lebih cakep dari Anda yang memang sudah ‘ngerasa diri’ cakep, maka siap-siaplah menciutkan nyali, lalu mencari-cari sesuatu pada diri Anda agar kelihatan ‘LEBIH’ lagi dibanding mereka. Entah senyum yang semakin Anda lebarkan (selebar senyum unta), make-up yang Anda tebalkan (setebal kue lumpur lapindo), dada yang Anda tonjolkan/tegakkan (setegak tiang bendera), atau paling gampang, Anda meramah-ramahkan wajah (seramah Omas ketika berhadapan dengan Joss Dabel Yu Buss).

Be honest! It’s proof, isn’t???

So, which one do you choose, be a beautiful/handsome gurlz/guys or has a beautiful heart???

Laskar Pelangi on reading…

http://lafatah.multiply.com/journal

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 comments

  1. Hehehe…,
    kalau ini warning buat orang ganteng, saya harus tambah hati-hati dan instropeksi diri, nih (becanda, ding… ^_^)

    Anyway, ironisnya, alih-alih berusaha memahami dan membentuk ‘true beauty’ yang sebenarnya, reaksi balik dari orang2 yang merasa dirinya sbg orang2 yang ‘merasa lebih jelek’ bahkan sampai berfikir bahwa dirinya adalah ‘sampah penciptaan yang tidak adil’, malah sibuk mem-permak wajah+body yang pas-pasan dengan segala macam aksesorinya. Baik itu yang ditempel di tubuh, atau pemimjaman citra-citra luar yang konyol lainnya. Berani taruhan, deh. Statistika orang2 yang merasa dirinya ‘lebih ganteng/cantik’ dari orang lain dibanding orang2 yang salah berfikir bahwa dirinya adalah ‘makhluk aneh’ alias ‘produk sisa penciptaan’, yang karenanya selalu diterkam sindrom rendah diri dan penyangkalan diri yang akut itu SANGAT-SANGAT-DAN SANGAT tidak seimbang.

    Bukankah ini yang sedang diderita oleh umat? Bakat, potensi dan segala macam talenta menakjubkan (jasmani/ruhani) yang dimilikinya diamputasi habis-habisan dengan beragam metode ‘cuci otak’ oleh para penjual alat-alat tipu pencitraan ini? Tidak hanya yang tertipu dengan fisik yang cantik, namun juga yang mengira bahwa fisik yang ‘buruk’ (yang sangat-sangat kulit luar ini) adalah kesalahan. Bodohnya lagi, kita, selalu saja bermain-main dengan fantasi kosong dan lintasan pikiran yang sia-sia ini. Haha…

  2. wah ndak tau ya..belum mengalami, tetapi Al Qur’an saja sudah menjelaskan tentang Nabi Yusuf, betapa dia begitu menderita dari mulai perlakuan saudaranya sendiri di buang ke sumur, di fitnah dan diburu nafsu oleh lawan jenisnya. sungguh pengalaman yang sangat menyedihkan dan tidak nyaman…Karena ‘ketampanan’nya itulah Nabi Yusuf diuji Allah swt dan beliau berhasil walau sangat berat karena ketakwaan beliau. Jadi jangan pernah merasa tidak adil bila Allah memberikan rupa yang biasa2 saja atau dibawah itu, karena apapun yang dari Allah pasti baik dan ada maksud2 tertentu…dan intinya tidak ada satu manusiapun yang tidak di UJI dalam kehidupannya, masalahnya apakah kita dapat lulus dalam ujian kita?? coz that’s about life…full of trial and turbulance wheather you are beautiful or not!! yang dilihat disisi Allah makanya kan yang berTAKWA alias yang lulus dengan segala ujian2 tersebut….betul ga ustad???

  3. Daripada kita memikirkan kenapa kita jelek, kenapa kita cantik, kenapa tampan, mending kita memikirkan sudah secantik atau setampan apakah perilaku kita di hadapan Allah SWT. Sebaiknya kita terus menerus bertaubat aja dari segala dosa yang pernah kita lakukan.

    Lagi pula, cantik atau tampan itu relatif. Tergantung mata yang memandang 🙂 . Kalau orang bilang Tukul jelek tapi kalau istrinya bilang tampan, kita mau apa? Kalau ada yang bilang Omas jauh lebih cantik daripada Tamara Blezinsky, kita mau apa? he he he…

    Tapi bukan itu yang terpenting.
    Bisa jadi kita merasa kejelekan membuat kita sedih, rendah diri dan minder. Sebaliknya, kecantikan dan ketampanan membuat kita sombong, merasa lebih dari yang lain dan pokoknya narsis lah.

    Saya rasa, jangan merasa menderita dengan kejelekan wajah kita dan jangan pula merasa sombong dengan kecantikan/ketampanan wajah kita.

    Karena menderita atau tidak, sombong atau tidak, narsis atau tidak, sok atau tidak, kita hanya dihadapkan pada 2 pilihan!
    BERSYUKUR ATAU KUFUR!

    Nabi Sulaiman as yang telah mendapat karunia ALLAH SWT yang banyak dan besar berkata, “Ini merupakan bagian dari karunia Tuhanku agar aku bersyukur atau kufur?” (Al Naml 40)
    Nabi Yusuf yang sangat tampan selalu memohon kepada ALLAH SWT , “… matikanlah aku sebagai muslim dan gabungkan aku bersama orang-orang yang sholeh.” (Yusuf 101).

    Semoga hari ini hati kita makin cantik
    dan
    Semoga hari ini jiwa kita makin tampan.
    Amien….

  4. Sebenarnya ada suatu hadis yang menyatakan “Kulilqha’walaukanamuron” yang kurang lebih artinya :Katakanlah yang sebenar-benarnya walaupun itu pahit. Artinya apakah itu kita cantik, kita kurang cantik, atau tampan or kurang tampan itu haruslah kita syukuri adanya. terimalah dalam hati, dan yakinlah kita diciptakan Allah SWT di dunia ini tidaklah sia-sia. kita pasti berarti bagi ornglain. tak peduli itu cantik or jelek, tampan or not. jelaslah itu karunia Allah SWT yang patutnya kita Syukuri. Bukankah yang lebih penting adalah kita yang dipandang cantik di mata Allah SWT???
    Semoga itu termasuk kita.
    Amin

  5. Wajah yang tampan/cantik atau biasa-biasa atau jelek yg saya tau itu adalah ujian dari Sang Pencipta yang di hari akhur nanti akan dipertanyakan oleh Sang Pencipta apakah kita mempergunakannya di jalan Nya dan mensyukurinya. Tetapi terkait dg itu smua menurut saya akan jauh lebih indah jikalau kita sangat mencintai seseorang, seseorang itu juga sangat mencintai kita dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah S.W.T dan Allah pun meridhoi dan mempersatukan dalam kehidupan pernikahan yang penuh dengan cinta kasih dan kebahagiaan sampai akhir hayat kita. Dan selama hidup, kita dg pasangan kita sangat bersyukur kepada Sang Pencipta karena Sang Pencipta menyatukan kita dengan pasangan kita. Terlepas kita tampan/cantik atau tidak.

News Feed