Kejutan Berlanjut! Setelah Jabar, Giliran Sumut Ditelan PKS

Pasangan cagub Syamsul Arifin dan Gatot Pujonugroho yang dijagokan PPP, PKS dan PBB dalam Pilkada Sumut di atas angin. Unggul dalam 2 pilkada besar, PKS sudah menjelma sebagai pembunuh para raksasa.

“Ini peringatan buat partai-partai besar,” kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari kepada detikcom, Selasa (16/4/2008).

Qodari menganalisa, kemenangan Syamsul dan Gatot adalah kombinasi kekuatan figur dan mesin partai. Syamsul bergaya ceplas-ceplos, humoris dan cocok dengan gaya orang Sumatera Utara.

“Dia sudah cocok dengan gaya ‘Ini Medan, Bung!’,” cetusnya.

Selain itu mesin partai lain tidak berjalan maksimal. Suara Partai Golkar, menurut Qodari, berantakan karena pecah ke tiga calon selain Syamsul yang maju lewat PPP, masih ada Ali Umri dan Abdul Wahab Dalimunthe. PDIP yang berbasis di Sumut juga tidak bisa berbuat banyak.

Keunggulan di Sumatera Utara walaupun baru sementara, amatlah penting. Provinsi ini secara sosial politis adalah yang terbesar di Pulau Sumatera disusul oleh Sumatera Selatan.

“Syamsul didukung oleh mesin partai yang optimal. Ada 5 pasang calon di Sumut jadi suara sangat tersebar. Yang paling lemah mobilisasinya pasti kalah” imbuhnya.

Kemenangan sementara PKS di Pilkada Sumut ini memang tragis buat partai-partai besar. Dalam Pemilu 2004 lalu, perolehan suara PKS tidak masuk 5 besar. Lima besar parpol di Sumut dalam Pemilu 2004 lalu adalah Golkar (22,6 %), PDIP (15,9 %), PDS (7,6 %), PPP (7,5 %), dan Partai Demokrat (6,9 %). (detikcom)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 comments

  1. Sumut ditelan PKS? 😀 ini betul-betul judul bombastis. Saya tak mengira Pak Muhsin akan membuat judul seperti ini.

    Ingat di sana juga ada PPP dan PBB. PKS sendiri? Ada banyak cerita soal partai ini. Yang terpenting memang kejelian melihat momentum. Soal mesin partai? Terlalu banyak pertanyaan, karena melihat konsistensi mesin partai tak melulu dari sudut struktur organisasi dan juga “aksi demonstrasi PKS”. Jaringan partai juga amat menentukan. Partai yang eksklusif tentu bakal seperti bonsai saja.

    Dalam kasus Syamsul-Gatot dan Jawa Barat, saya kira, momentumnya adalah siapa memanfaatkan siapa.

    PKS mengeruk keuntungan politis yang besar? Itu benar. Di situ yang saya maksud dengan kejelian melihat momentum. Politisi PKS harus diberi acungan jempol di sini.

    Namun soal mesin? Salah satu faktor melihat politik Sumatera Utara adalah kuatnya organisasi agama, seperti Al-Washliyah, Muhammadiyah dan Al-Ittihadiyah, serta juga PGI, Methodis, HKPB, GKPS dan seterusnya. Kedua adalah organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan mahasiswa dan kebudayaan. PKS Sumut punya jaringan ke situ? Saya melihatnya belum.

    Saya tak ingin PKS euforia. Imej partai ini harus dipertahankan namun juga jaringan harus dikembangkan. Yang ditakutkan justru ketika PKS tak mampu mengendalikan kekuasaan yang sedang dipegangnya. Betulkah dia bisa mengendalikan. Kita lihat saja. Ini Medan, Bung!

    Salam dari Medan
    nirwan

  2. Salam …

    Mantan BUPATI Langkat itu menangis tersedu seraya berceloteh bahwa “Tukang Kue” jadi gubernur, sesaat setelah unggul di Hitung Cepat (Gulipat) ala Metro TV.

    Maksud Loe ??

    Tukang Bupati jadi Gubernur Kalee …
    Bisa aje “ngelece’in” kandidat laen, plus biar kita jadi berubah viewnya yaahhh ??
    Sampe nangis gitu … apa segitunya kekuasaan memabukkan.

  3. Saya bukan orang PKS tapi saya jujur, saya terpincut pada PKS sehingga bedasarkan ideologis saya akhirnya saya ikut PKS.

    PKS adalah partai moderat. Para golput yang sudah putus asa mendingan pilih PKS. dari pada pilih partai yang kerja anggota fraksinya korupsi tentu saya lebih pilih yang bersih . Yang saya lihat hanya PKS yang berani mengembalikan uang rakyat, karena itu memang perintah partai

    Transparansi anggota dewan dari PKS di http://fpks-dpr.or.id, yang tidak dilakukan oleh partai lain semakin membuat orang jatuh cinta pada pks

    Suasana PKS sebagai partai moderat tapi memliki ideologis yang kokoh dan jelas, adalah suatu hal yang akan menjadikan pilihan ke PKS menjadi pilihan baru bagi orang-orang yang sudah bosan dengan omong kosong partai besar, yang hanya bualan…

    Tapi, hati-hati banyak banyak partai besar yang sedang bermain di belakang dan memojokkan PKS

    Untuk seluruh bangsa ini lihatlah, dan dengarlah, lalu pilihlah yang bersih. jangan sia-siakan pilihan kita hanya dengan memilih partai pembohong.

    Terakhir saya lihat struktur kepartaian PKS adalah struktur benar-benar islami. JAdi tidak mungkin ada orang yang baru masuk trus langsung jadi DPP.

  4. klu menurut ane seeh hal yang biasa ajah PKS menang,dan kemenangan PKS ini bukan karena PKS nya tapi karena calon nya saja yang sesuai dengan keinginan masyarakat baik di JABAR maupun di SUMUT dimana masyarakat sudah jenuh dengan hal-hal yang lama masyarkat menginginkan sesuatu perubahan, jadi bagaimana kemenangan ini bisa di realisasi kan setelah nya sesuai dengan janji-janji pada saat kampanye inilah yang berat.Apabila para pemenang ini tidak dapat merealisasikan maka masyarak akan berubah menjadi pesimistis terhadap partai yang mendukung nya.Jadi selamat berkerja keras kepada para pemenang di kedua daerah tersebut

  5. Mudah2an mereka2 yg baru jadi gubernur mampu membersihkan propinsi dari pejabat koruptor, konglomerat hitam, dan pengedar narkoba. Berani menghukum berat pelakunya.

  6. ORANG SKARANG GAK MAU GAK SEBODOH YANG DIPERKIRAKAN. INI BARU PARTAI2 TAU RASA,,, YANG TIDAK DIPERHITUNGKAN, MALAHAN YANG MENANG, JADI PARTAI2 HARUS JELI DAN SADAR DIRI, JANGAN NGOMONG ATASA NAMA RAKYAT, MALAHAN SUSA PERHATIKAN NASIB RAKYAT..
    INI BLUM BOMBASTISSSSS, AWAS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, KALU CALON INDEPENDEN YANG MAJU NANTI, ITU PASTI MENGGLEGAR DI TELINGAN PARA POLITISI YANG GAK PEDULIIN NASIB RAKYAT… HIDUP RAKYAT

  7. Ini yg perlu dilihat oleh yg mengklaim partai besar, betapa muaknya masyarkat dg PARTAI BESAR. Justru anggota parlemen dr partai besarlah yg banyak tingkah di DPR. Ngabisi duit, rakus tdk pernah perduli dg rakyat alias hanya janji semasa kampanye.
    Kalau mau jujur Calon Gubernur, Bupati dan Walikota kalu mau diusung oleh Partai besar tentu bayarannya sangat mahal, ini sangat berbahaya, rentan terhadap korupsi.
    Kalau perlu kita memakai sistem jalur independen, supaya murah dan berkwalitas.

  8. Subhanallah,walhamdulillah,wala illahaillallah Allahu akbar.ucapan itulah yg bs kami ungkapkan dg kemenangan partai dakwah ini,masyarakat pada akhirnya bs melihat dan menilai calon dan dari partai mana yg dapat dipercaya.masyarakat tdk bodoh bung.. qt bs melihat mana yg terbaik yg akan kami pilih.

News Feed