Skip to main content

PKS Tak Buka Mukernas dengan Takbir, tapi dengan Tepuk Tangan

By February 1, 20088 Comments

Musyawarah Kerja (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah dibuka. Ada satu hal yang absen dalam acara PKS kali ini, yakni tak ada gema takbir. Hanya ada tepuk tangan dan pekik ‘merdeka’.

Acara pembukaan Mukernas PKS ini digelar di Hotel Inna Grand Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (1/2/2008) malam. Mukernas dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKS KH Hilmi Aminuddin.

Acara ini dihadiri oleh Ketua MPR yang juga Ketua MPP DPP PKS Hidayat Nurwahid, Mentan Anton Apriantono, Menneg Pora Adhyaksa Dault, perwakilan Pemprov Bali, tokoh-tokoh Bali, dan jajaran DPP PKS dan delegasi dari semua daerah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Ash-Shiddiqie batal hadir, karena menjadi korban penutupan bandara Soekarno-Hatta gara-gara cuaca buruk.

Sejak dimulai hingga acara pembukaan berakhir, suasana di dalam hall tampak meriah, ceria, dan gembira. Para peserta tampak sering tertawa, karena memang menemukan hal-hal atau pidato-pidato yang lucu. Misalnya saja, Presiden PKS Tifatul Sembiring saat memulai pidatonya melantunkan sejumlah pantun yang cukup menghibur.

Selain itu, tepuk tangan sering bergemuruh. Bahkan, pekik kata ‘merdeka’ terdengar beberapa kali. Yang mengejutkan, pekik takbir yang biasanya digelorakan di acara-acara seperti ini nyaris tak terdengar. Bisa jadi, tak terdengarnya teriakan takbir ini karena acara ini digelar di Bali, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Perubahan penampilan PKS ini sebangun dengan kampanye pluralisme yang dibawa PKS. Hilmi Aminuddin dalam pidatonya dengan tegas menyoroti masalah pluralisme ini. Menurut dia, PKS mengakui dan menghargai pluralitas. “Ini bukan strategi, tapi ini adalah keyakinan kami dalam memahami ajaran Islam,” tegas Hilmi yang disambut tepuk tangan peserta Mukernas.

Sementara Tifatul Sembiring menegaskan penolakannya terhadap kekerasan yang mengatasnamakan agama. Tifatul juga menegaskan bahwa PKS tetap berasas Islam dan menjunjung tinggi pluralisme. Syariah Islam tetap menjadi pedoman pribadi bagi para kader PKS.

“Kami tetap konsisten menjalankan ajaran Islam, sebagaimana harapan kami juga bahwa umat lain juga konsisten dalam menjalankan ajaran agamanya,” kata Tifatul yang juga disambut tepuk tangan.

Maaf Bila Ganggu Kuningan

Dalam pidatonya sebelum membuka Mukernas, Hilmi juga menyebutkan Mukernas di Bali bukanlah datang secara tiba-tiba. Sudah menjadi keputusan DPP bahwa kegiatan nasional kepartaian akan digelar di beberapa wilayah Indonesia secara merata.

Hilmi mengetahui bahwa mulai Sabtu (2/2/2008) besok, umat Hindu merayakan hari Kuningan. “Karena itu, bila kegiatan kami ini menimbulkan gangguan dalam perayaan Kuningan, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” kata Hilmi.(detikcom 02 Feb 2008)