KEMBALI KE KITAB DAN SUNNAH

Hadis yang dianggap sahih oleh sebuah kelompok adalah sahih menurut standar periwayatannya dan tidak mesti berlaku bagi kelompok lain.

Tak menganggap hadis yang dianggap sahih menurut standar periwayatan sebuah mazhab sebagai sahih tak bisa dijadikan alasan menuduhnya menolak hadis Nabi.

Justru karena berbeda dalam penafsiran ayat-ayat al-Quran dan dalam identifikasi kualitas riwayat serta kriteria perawi, Sunni sendiri jadi beberapa mazhab.

Orang yang kebelet mengadili mazhab lain dengan dasar hadis yang dianggap sahih oleh mazhabnya tidak mengerti “sahih” dalam dirayah dan musthalahulhadits.

Tidak ada konflik semata-semata karena alasan keyakinan tapi keyakinan selalu dijadikan alasan.

Dengan bekal teriakan “Kembali ke Quran dan Sunnah,” dalam sekejap para ustadz penghapus bismillah dalam shalat itu bisa menyihir banyak akademisi dan mahasiswa juga PNS, ASN bahkan pejabat yang puber agama karena capek pungli lalu berebut gunting memotong bagian bawah celana. Di mata mereka, para pendakwah itu sangat menguasai agama seperti para salaf soleh, karena lugas memamerkan dalil Quran dan hadis. Padahal sebagian cuma hapal nomer ayat, nama ayat dan teks terjemahannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed