Skip to main content

Kemenangan Fernando Lugo ‘Pastor si Miskin’ Perkuat Blok Anti AS

By April 22, 20082 Comments

Kemenangan ‘Pastor si Miskin’ Fernando Lugo menjadi Presiden Paraguay menambah panjang barisan pemerintahan kiri di Amerika Latin. Paraguay memperkuat barisan kiri Amerika Latin.

“Saya akan melanjutkan mimpi Amerika Latin yang lebih kuat, bersatu dan dihormati, tanpa batas,” kata pastor penganut Teologi Pembebasan itu kepada AFP, Selasa (22/4/2008).

Lugo membawa Paraguay ke kiri, bergabung dengan Argentina, Brasil, Uruguay, Chili, Bolivia dan tentu saja Venezuela. Bersama 3 negara yang disebut pertama, Paraguay bergabung dalam grup perdagangan Mercosur.

“Kemenangan Lugo segaris dengan iklim politik gerakan progresif di Amerika Latin,” ujar pengamat politik, Jorge Giacobbe di Buenos Aires. “Ini sangat penting bagi Mercosur, karena akan lebih mudah membangun sebuah blok yang homogen,” imbuhnya.

Lugo, yang sering disebut ‘pastor merah’ atau ‘pastor si miskin’ lebih memilih disebut progresif daripada kiri. “Jika kau tanya 5 orang tentang definisi kiri, maka kau akan mendapatkan 5 jawaban yang berbeda,” kata Lugo beralasan.

Para kritikus mencemaskan kemenangan pastor yang dibekukan status kepastorannya oleh Vatikan sejak bergabung dalam politik tahun 2006 lalu itu. Lugo dikhawatirkan akan mengikuti jejak Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Evo Morales yang melakukan nasionalisasi beberapa sektor ekonomi.

“Hal pertama yang tertanam di hati saya adalah: rakyat pribumi kami…atas utang sejarah yang kami miliki pada mereka,” kata Lugo. “Merekalah pemilik sebenarnya tanah Paraguay ini,” imbuhnya.

“Tidak akan ada lagi rakyat yang mati kelaparan, tubercolosis atau kekurangan pengobatan,” tambahnya. “Sekarang dimulai, sebuah era baru dalam politik Paraguay bermula,” tandas pria yang maju menjadi capres setelah mempersatukan sejumlah serikat buruh dan petani itu.

Kemenangan ‘pastor si miskin’ Fernando Lugo tentu saja disambut gembira oleh sejumlah pemimpin Amerika Latin. Presiden Venezuela Hugo Chavez adalah yang pertama memberikan selamat pada Lugo.

Seperti diberitakan AFP, Selasa (22/4/2008), Chavez yang telah menasionalisasi sejumlah sektor industri itu menyerukan Lugo untuk bersama membangun ‘persatuan negara Amerika Latin’.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang didukung Partai Buruh juga turut mengucapkan selamat. “Demokrasi telah menang di Paraguay dan Paraguay akan mendapatkan sesuatu dari proses demokrasi,” kata presiden yang akrab dipanggil Lula oleh rakyatnya itu.

Sambutan lebih bersemangat muncul dari Presiden Bolivia Evo Morales yang berdarah Indian. Morales menyebut Lugo sebagai revolusioner.

“Kami memberikan salut pada seorang (bekas) pastor gereja Katolik, yang bergabung bersama perjuangan rakyat, yang memiliki cara berpikir lain,” kata Morales dalam forum rakyat pribumi di markas besar PBB.

Kemenangan Lugo sangat fenomenal karena, seperti David melawan Goliath, mengalahkan Partai Colorado yang berkuasa selama 61 tahun. Lugo maju menjadi capres pun dengan meninggalkan status kepastorannya. (detik)