KEMENANGAN “POROS RESISTENSI”

Memasuki 2019 Iran makin kokoh dengan “Poros Resistensi” mengawal Irak, Suriah, Lebanon dengan pengaruh tak tertandingi Hezbollah dan Yaman yang menjungkirkan skor dalam arena militer dan diplomasi.

Saudi, rezim cecunguk AS, kelimpungan dan mulai ditinggalkan rezim-rezim sekutunya dan satu demi satu berbalik mendekati Bagdad dan Damaskus.

Israel, sekutu Saudi di Timteng, dicekam mimpi buruk oleh penarikan tentara AS di Suriah dan dihantui bayang-bayang pasukan Qasem Soleimani di Golan serta persiapan faksi-faksi militer Palestina di Gaza.

Turki, sentra mimpi khilafah pembantai 2 juta Kristen Armenia, makin terlihat bodoh dan hina setelah memainkan peran tetangga culas bagi Suriah dengan memasok kelompok-kelompok takfiris sadis, kini bersikap realistis di hadapan Rusia dan Iran setelah kewalahan menghadapi oposisi bersenjata Kurdi yang bergabung dengan Pemerintah sah Suriah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed