KESOMBONGAN RELIJIUS

Orang yang merasa cukup buruk tak menganggap orang yang nyata cukup buruk sebagai lebih buruk dari dirinya, apalagi sangat buruk.

Orang yang merasa sangat buruk tak menganggap orang yang nyata sangat buruk sebagai lebih buruk dari dirinya, apalagi paling buruk.

Orang yang merasa paling buruk tak menganggap orang yang nyata sangat buruk sebagai lebih buruk dari dirinya apalagi paling buruk.

Orang yang merasa cukup buruk tak menganggap orang yang nyata cukup baik sebagai cukup buruk, apalagi lebih buruk dari dirinya.

Orang yang merasa sangat buruk tak menganggap orang yang nyata sangat baik sebagai lebih buruk dari dirinya apalagi cukup buruk, lebih-lebih sangat buruk.

Orang yang merasa paling buruk tak menganggap orang yang nyata paling baik sebagai lebih buruk dari dirinya, apalagi cukup buruk, apalagi sangat buruk,, lebih-lebih paling buruk

Orang yang merasa cukup baik tak menganggap orang yang nyata cukup baik sebagai lebih baik dari dirinya, apalagi sangat baik.

Orang yang merasa sangat baik tak menganggap orang yang nyata sangat baik sebagai lebih baik dari dirinya, apalagi cukup baik.

Orang yang merasa paling baik tak menganggap orang yang nyata paling baik lebih baik dari dirinya, apalagi sebagai sangat baik.

Fir’aun adalah contoh manusia yang nyata sangat buruk bahkan paling buruk pada masanya sekaligus merasa paling baik.

Musa adalah adalah contoh manusia yang nyata sangat baik, bahkan terbaik pada masanya meski merasa sangat buruk.

Tuhan menyuruh orang terbaik mengingatkan orang terburuk dengan perkataan lembut.

Tragis bila orang yang tak cukup baik menganggap orang nyata cukup baik sebagai buruk.

Lebih tragis lagi bila orang cukup buruk menganggap orang yang nyata cukup baik dan tak merasa baik sebagai sangat buruk.

Pemimpin yang dicemooh sama sekali tak seperti Firaun. Artis dakwah jingkrak-jingkrak sama sekali tak seperti Musa.

It’s common sense!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed