Khamenei : Liberal Demokrasi Hanya Bisa Pamer Otot

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Uzhma Sayyid Ali Khamenei menyatakan, bangsa tertindas namun kuat Iran akan tetap melanjutkan perjuangannya dalam mempertahankan seluruh haknya dengan bersandarkan pada keimanan, keilmuan, dan tekadnya. Hal itu dikemukakan kemarin oleh Rahbar dalam pertemuannya dengan para pejabat tinggi lembaga yudikatif, legislatif, dan eksekutif, serta para pejabat tinggi Iran lainnya.

Menyinggung berlanjutnya agitasi dan represi pihak musuh Rahbar menegaskan, pihak penggertak benar-benar menyadari bahwa serangan terhadap Iran secara hit and run sangat tidak mungkin dan pihak yang nekad melakukannya harus menanggung dampak buruknya. Tujuan musuh dalam mengulangi agitasinya adalah dalam rangka mengikis dukungan rakyat terhadap pemerintah. Rahbar menandaskan bahwa rakyat dan pemerintah Iran tidak pernah gentar menghadapi ancaman musuh bahkan bangsa ini terus meningkatkan kesiapannya menghadapi segala bentuk agresi.

Lebih lanjut Khamenei  menjelaskan, berlanjutnya agitasi musuh menunjukkan kehampaan sistem liberal demokrasi. Menurut beliau, kehadiran Republik Islam di kawasan dan dunia merupakan kelahiran ideologi logis dan spiritual. Pemerintahan yang terbentuk dari pemikiran liberal demokrasi jika dibandingkan dengan Republik Islam, ibarat seorang idiot yang berhadapan dengan cendikiawan. Liberal demokrasi hanya lihai memamerkan otot.

Berbicara soal upaya musuh untuk mengesankan kegagalan pemerintah Republik Islam Iran, Rahbar menandaskan, meningkatnya kepercayaan diri bangsa Iran di bidang iptek, dan politik, pengokohan demokrasi agama, revivalisasi identitas Islami kaum muslimin, serta pengaruh signifikan Republik Islam di kancah regional maupun global, merupakan dimensi dari keberhasilan sistem pemerintahan Islam. Adapun kaum arogan selamanya tidak akan mampu menghapus fakta tersebut.

Sebelum pernyataan Rahbar, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyampaikan laporan kerja pemerintahannya selama satu tahun terakhir di berbagai sektor. Pada bagian pernyataannya, Ahmadinejad menekankan bahwa hak legal bangsa Iran dan kepatuhannya terhadap ketentuan internasional disebutkan dalam laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hal inilah yang menuai geram negara-negara adikuasa. (Irib)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed