Gempa: Proses Alam ataukah Kutukan?

Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar dan menyaksikan gempa bumi yang bertubi-tubi mengguncang Sumatera sejak hari pertama Ramadhan? Proses natur semata? Siksa? Kutukan? Rahmat?

Mari berdiskusi… berikan komentar Anda…!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Proses natural semata?
    Pernyataan ini bisa menyesatkan. Pernyataan bahwa Proses natural memang mudah dipahami sebagai bagian dari dinamika alam, tetapi kata “semata” seakan-akan menyatakan kalau pergerakan evolusioner alam ini berjalan tanpa tujuan, atau sia-sia. Alam berjalan menuju kesempurnaan, dan kesempurnaan ini bisa berarti banyak hal. Satu hal yang menjamin kesempurnaan adalah adanya khalifah Tuhan di muka bumi.
    Khalifah telah ditetapkan berasal dari manusia, yaitu manusia yang telah mengaktualisasikan potensi humanis-nya sesuai kaidah-kaidah ilahiah.
    Dan kalau manusia yang menghuni alam ini tidak memiliki kemauan untuk mengaktualisasikan potensinya, maka keberadaan manusia akan menjadi penghalang belaka dalam proses evolusi kosmologis ini, bahkan dapat membatalkan proses evolusi itu sendiri ke langkah mundur yang membahayakan.
    Maka, sesuai dengan kadarnya, alam yang bergerak menuju kesempurnaan ini akan melakukan tindakan-tindakan, dengan seijin Tuhan-nya, yang diperlukan untuk menghilangkan para “manusia” di atasnya dan sesuai dengan janji Tuhan akan muncul generasi Manusia berikutnya yang lebih baik, yang lebih layak menjadi “khalifah” Allah di muka bumi.
    Ini adalah kurang-lebih penjelasan yang bisa saya kemukakan berkaitan dengan bencana alam.
    Tinggal kita saja yang introspeksi diri, apakah kita telah layak menjadi “khalifah” Tuhan, atau pengikut dari “khalifah” Tuhan?
    Wallahu’alam

News Feed