KONSUMSI LIAR HADIS

Sebaiknya tidak keburu menelan teks yang berisi perkataan yang mencantumkan nama Nabi atau Imam, apalagi menyebarkannya kecuali bila mengetahui sumber dan rangkaian perawinya serta mendapatkan penjelasan pihak yang kompeten.

Tak semua teks yang berisi “Nabi bersabda…” dipastikan sebagai ucapan Nabi. Tak semua teks yang mencantumkan nama kitab dipastikan sebagai hadis Nabi. Perlu kehati-hatian mengutip dan menyebarkan teks terutama yang isinya berkaitan dengan hukum.

Kegemaran mengonsumsi dan mendistribusikan teks agama dengan konten yang ambigu tanpa kompetensi adalah salah satu petaka umat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed