Korut Bikin Mie Anti Lapar, Cocok buat Puasa

Kekurangan pangan akibat bencana banjir yang melanda memaksa para ilmuwan Korea Utara untuk mengembangkan jenis mie baru untuk memerangi bencana kekurangan pangan ini. Mie jenis baru ini diklaim mampu membuat orang merasa kenyang lebih lama.

Mie jenis baru ini dibuat dari jagung dan kedelai dan dianggap sebagai terobosan karena kedelai tidak memiliki zat perekat seperti tepung kanji sehingga sulit sekali untuk dijadikan bahan pembuat mie.

Mie hasil penelitian para ilmuwan ini mampu membuat orang merasa kenyang lebih lama karena mie ini mengandung hampir dua kali kandungan protein mie biasa dan berisi lemak hingga lima kali kandungan lemak mie biasa.

Seperti dikutip dari All Headline News hari Senin (25/08/08), mie bukanlah makanan pokok warga Korea Utara. Biasanya mie ini dimakan dengan makanan lain seperti tahu dan taoge. Diperkirakan sekitar enam juta warga Korea Utara saat ini sedang berada dalam kondisi kekurangan pangan.

Diharapkan, terobosan tersebut mendapatkan sambutan positif. Karena belum dilempar ke pasar, publik pun kian penasaran. Betapa tidak, setelah mengembangkan mie gaya baru itu, lembaga riset tadi sering menerima kunjungan.

Mulai pekerja makanan kemasan, berbagai perusahaan, pemerintah, hingga ibu rumah tangga. Mereka ingin mengetahui cara pembuatan mie itu.

Korea Utara memang mengalami kelangkaan pangan terburuk dalam sepuluh tahun terakhir. Saking parahnya, mereka tidak bisa sekadar mengharapkan uluran tangan dari negara-negara lain meskipun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan beberapa negara lain untuk turut membantu mengatasi krisis pangan Korea Utara itu.

Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan, Korea Utara selalu bergantung pada bantuan pangan asing. Hasil survei menunjukkan bahwa banyak rakyat Korea Utara yang harus ke sana kemari demi mendapatkan sesuap makanan.

Bahkan, ada yang terpaksa mengonsumsi rumput ataupun suatu jenis akar. Dalam krisis pangan 1990-an, satu juta warga Korea Utara tewas kelaparan.

Mie jenis ini nampaknya lebih pas untuk orang-orang Muslim yang melakukan ibadah puasa selama 30 hari bulan Ramadhan. Ini juga bisa menjadi keuntungan tersendiri buat negara yang rela miskin tapi kuat ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed