KPI Peringatkan Tayangan “Kebanci-bancian”

Meski terlambat, berita di bawah ini cukup menggembirakan.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengancam akan memberi peringatan bagi reality show yang menayangkan sosok “kebanci-bancian” jika tidak memperbaiki tayangannya. Hal tersebut disampaikan Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja, saat dialog publik Tampilan Dengan Kebanci-Bancian di Televisi Kita, di gedung Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jakarta, Sabtu (30/8). “Ini teguran keras untuk semua stasiun televisi agar tidak lagi menayangkan yang kebanci-bancian,” katanya.

Menurut Sasa, saat ini hampir semua stasiun televisi menayangkan reality show dengan sosok kebanci-bancian. Berdasarkan pantauan KPI, stasiun televisi yang banyak menayangkan reality show dengan sosok kebanci-bancian, yakni Indosiar, Trans TV, Trans 7, dan TPI. Sedangkan tayangan yang dinilai terlalu mengeksploitasi sosok ini, yakni Ekstravaganza (Trans TV) yang menayangkan Tora Sudiro dan Super Mama (Indosiar) dengan presenter Ivan Gunawan. Dalam tayangan tersebut, Ivan Gunawan akrab disapa dengan Madam Ivan.

Tokoh banci yang diperankan Tora Sudiro di Ekstravaganza dinilai kurang tepat. Dalam salah satu episode, menayangkan seorang pria (Tora Sudiro) dengan tubuh penuh tato, namun mengenakan rok mini. Sambil duduk di sofa, Tora menerima penelpon layaknya acara kuis. Namun, karena penelpon tak kunjung datang, Tora mulai jengah dan membuka kedua kakinya. Kamera terlihat menyorot Tora yang duduk ngangkang dengan celana menyembul di balik rok mininya. Kamera kembali menyorot Tora yang menggunakan kertas sebagai kipas untuk mengipasi kemaluannya. “Ini jelas tidak sopan untuk ditayangkan. Dan kita akan menegur keras,” kata Sasa.

Saat ini, Sasa mengaku, KPI sedang melakukan pantauan dan kajian terkait hal tersebut. “Ini khusus untuk reality show. Kalau sinetron dan fiksi tidak,” ujar Sasa. (kompas)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. KPI=Komisi PerBancian Indo-aneh-sia. Mungkin atau fakta kalau KPI belum melek atau pura-pura gak tau kalau jagat entertainmen di Indo-aneh-sia ini di kuasai oleh pengusaha, artis, figuran yg berjenis kelamin -/+ alias kaum bencis-gay. Seperti fakta yang diungkap beberapa waktu lalu kepanjangan dari kasus mutilasi oleh Ryan yang notabene adalah gigolo khusus kaum gay yang dalam pengakuannya pernah di ‘booking’ oleh beberapa artis terkenal bahkan pejabat pemerintahan juga pernah mem’booking’ Ryan. Beberapa selebriti di negeri ini juga tampak kebakaran jenggot dan melakukan jumpa pers dengan maksud mengklarifikasi n mengungkap bahwa memang dunia selebritis ini tak jauh dari dunia kaum -/+ alias bencis-gay. Kalau KPI kelihatan ‘marah’ dengan tayangan yang berbau ‘bencis’ bisa jadi KPI takut ketahuan kalau beberapa petingginya atau anggotanya juga salah satu dari golongan kaum -/+ alias bencis-gay. Jijay deh eyke

  2. Mestinya KPI juga melarang acara ngakak-ngakak di waktu saur untuk menghormati umat Islam yang akan melakukan ibadah puasa…. Bukankah puasa itu untuk memperbanyak zikir bukan untuk memperbanyak ketawa….? KPI tolong atur penyiaran televisi agar generasi muda indonesia bisa menjadi bangsa yang dewasa dan lebih maju…. bukan bangsa cengeng hedonis seperti yang banyak di tayangkan di sinetron… Bravo KPI!

News Feed