KPK, TALIBANISME DAN MATERIALISME

Tak ada salahnya KPK diperbarui bila bertujuan meningkatkan kinerjanya supaya lebih baik, dan tidak dikaitkan dengan polemik seputar UU KPK dan perombakan struktur kepemimpinan dengan isu di luar pemberantasan korupsi dalamnya agar tidak bergeser dari substansinya.

Soal talibanisme atau wahabisme atau khilafahisme, itu tak hanya menjamur di KPK tapi semua instansi dan segala sektor termasuk kementerian dan BUMN. Secara kuantitatif, gerombolan ini bisa dianggap mayoritas.

Talibanisme yang belakangan ini disangkut-pautkan dengan KPK hanyalah istilah lain dari ekstremisme karena mungkin dianggap punya kesamaan dalam kecenderungan dan pola keberagamaan sejumlah stafnya, bukan dalam pengertian khusus yang menjadi nama sebuah komunitas pelajar agama di Afghanistan yang berafiliasi kepada Al-Qaeda. Karenanya, istilah ini sebaiknya tidak dipopulerkan. Yang pasti, intoleransi keyakinan, kesukuan, keetnisan, kedaerahan dan lainnya sedang bersemi di negeri ini.

Kita harus menerima fakta banyak orang pandai tak menganggap ekstremisme dan khilafahisme dengan ragam istilahnya sebagai ancaman utama bangsa dan negara ini. Mereka terlanjur dididik untuk menganggap sumber problema manusia adalah kemiskinan dan cermin kesempurnaan adalah kesejahteraan. Karena itu, mestinya saat wacana perombakan struktur kepemimpinan KPK digulirkan tak perlu dikaitkan dengan talibanisme. Mereka justru menganggap ekstremisme adalah efek dari kemiskinan. Itu artinya, Pandangan dunia Materialisme adalah dasar semua analisa, opini dan sikap mereka.

Karena mungkin mengecilkan ancaman takfirisme, mereka menganggap perombakan kepemimpinan dalam tubuh KPK dan sistem pengawasannya dengan alasan memberantas talibanisme hanyalah akal-akalan orang-orang yang dituduh ingin mempertahankan oligarki.

Umumnya mereka tak relijius bahkan sebagian mengaku agnostik. Karenanya, mungkin mereka menganggap protes dan keluhan kaum minoritas agama terhadap ekstremisme dan intoleransi hanyalah halusinasi, paranoid atau sikap cengeng yang menambah kebisingan. Semua kegaduhan yang bersumber dari keyakinan metafisik atas nama mayoritas dan minoritas, di mata mereka, adalah sisa masa purba.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed