KTT Negara-negara Mediteranian di Paris: Langkah Kedua Isolasi Iran?

Bersamaan dengan Hari Nasional negaranya, Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, menjadi tuan ruman sebuah perhelatan baru dalam skala regional, yaitu KTT Negara-negara Mediteraninan yang dihadiri oleh 45 negara termasuk negara-negara Eropa.

Disinyalir bahwa Perancis, yang kini menjadi pemimpin Uni Eropa, melakukan sebuah monuver politik baru yang bertujuan mengisolir Iran, satu-satunya negara yang masih mendukung perlawanan bersenjata Hamas dan Hezbollah, dengan mempertemukan Bashar Asad, Presiden Suriah yang selama ini tidak punya hubungan yang baik dengan Eropa dengan Presiden baru Lebanon, Michael Souleiman. Sebagaimana diketahui, terbentuknya kabinet Baru Seniora telah disambut baik oleh seluruh dunia, termasuk Iran. Amerika Serikat sendiri berjanji akan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan kabinet tersebut kecuali menteri-menteri dari faksi Hezbollah.

Indikasi lain adalah upaya mati-matian Szrkozy untuk mendamaikan Mahmoud Abbas, Presiden Palestina dan Ehud Olmert, Perdana Menteri Isarel. Sebelumnya, dalam pertemuan di Damaksus, Abbas Mahmoud mengadakan pertemuan dengan faksi-faksi oposisi Palestina dengan mengecualikan Hamas

Tidak hanya itu, Sarkozy menjanjikan inverstasi Eropa di Suriah bila Asa bersedia melakukan perundingan langsung dengn Isarel. Sebelumnya, Turki telah melakukan mediasi antara Suriah dan Isarel dalam perundingan tidak langsung berkenaan dengan rencana pengembalian dataran tinggi Golan dari Isarel.

Inidikasi-indikasi tersebut menunjukkan adanya gerakan intensif Eropa dan AS untuk memberikan lampu hijau kepada Isreal untuk menyerang Iran.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Rencana besar dari negara2 besar yang dipimpin oleh pemimpin berjiwa kerdil berhadapan dengan negara2 kecil yang dipimpin oleh pemimpin berjiwa besar…

News Feed