LAKI, PRIA DAN JANTAN

Ada beberapa sebutan semakna untuk laki. Kadang disebut disebut pria. Tak jarang dipanggil cowok meski beda arah konotasinya. Lelaki adalah sebutan seorang laki. Pria adalah kata yang umum digunakan untuk menggambarkan laki-laki dewasa. Cowok adalah sebutan umum untuk laki muda. Singkatnya, ia adalah nama universal untuk manusia yang secara fisik berposisi dalam sistem reproduksi sebagai “pemberi”.

Dalam biologi, Kata lain yang terkait dengan laki adalah jantan. Dalam bahasa Arab disebut dzakar dan untsa untuk betina dengan konotasi fungsi reproduksi dan dimensi seksualnya. Dalam pengertian yang luas, ia mencakup semua entitas biologis, manusia, hewan dan tumbuhan.

Laki dan perempuan dibedakan dari kromosom. Kromosom laki-laki dan perempuan adalah menentukan jenis kelamin dari suatu organisme, yang juga disebut gonosom. Sistem XY digunakan oleh manusia, sebagian besar mamalia, beberapa serangga, dan beberapa tanaman. Kromosom-Y adalah kromosom yang membawa sifat laki-laki. Pada manusia laki-laki mempunyai kromosom XY. Perempuan mempunyai XX. Di tingkat bibit, sperma hanya mempunyai satu kromosom, yaitu kromosom-X atau kromosom-Y, sedangkan bibit wanita hanya mempunyai kromosom-X.

Dalam bahasa, sebagian masyarakat memberikan penanda khusus untuk laki dan perempuan, seperti dalam bahasa Arab dan Inggris. Sedangkan bahasa Indonesia dan Persia, terutama dalam kata ganti, dua jenis manusia ini tidak dibedakan kecuali dalam beberapa bagian. Secara umum, dalam hampir semua bahasa, kata laki dan kata gantinya juga ditujukan untuk spesies manusian baik laki maupun perempuan, seperti man dan he dalam bahasa Inggris juga rajul dan huwa dalam bahasa Arab. Uniknya, dalam bahasa Arab entitas-entitas kosmik yang megah diidentifikasi sebagai makhluk feminin seperti langit, seperti langit, matahari, api, bumi untuk perempuan, sedangkan air, angin dan bulan dan angkasa untuk laki.

Dalam struktur sosial umum, ia menjadi suami, ayah dan putra. Dalam sturuktur sosial agama, ia menempati posisi khas sebagai saksi, qadi, imam shalat, wali nikah dan lainnya. Ini juga berlaku dalam hukum waris dan kesucian serta ibadah terutama shalat dan puasa.

Karena posisi khasnya itulah laki diidentikkan dengan superitas dan dominasi atas wanita dalam kehidupan sosial, yang kerap disebut dengan patriarki. Patriarki secara harfiah berarti aturan dari pihak ayah merupakan istilah yang dipakai luas untuk berbagai pengertian yang berbeda, yang mencoba mendeskripsikan superioritas laki-laki atas perempuan. Yang perlu dipahami, perbedaan penggunaan istilah ini merefleksikan perbedaan pemahaman hubungan antara alam dan budaya dalam organisasi kehidupan sosial.

Secara filosofis, substansi utama manusia adalah akal dan jiwanya, bukan raga termasuk kelamin, kulit dan wajahnya. Setiap persona manusia, laki maupun perempuan, mempunyai hak dan bekal yang sama untuk menyempurna secara spiritual dan intelektual. Itulah kesetaraan tanpa patriarki dan matriarki. Allah menegaskan ini dalam firman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Laki takkan ada tanpa perempuan dan sebaliknya. Ia tak superior atas perempuan dalam eksistensi dan humanitasnya, tapi secara sosial, ia mendapatkan tugas-tugas sesuai konstruksi fisiknya kecuali terjadi anomali.

Baca juga:

https://muhsinlabib.com/teologi-perempuan/

News Feed