Lepas dari Gendongan, Bayi Jatuh di Eskalator Detos

Bocah bayi perempuan berumur satu tahun terjatuh di eskalator pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) setelah terlepas dari gendongan pengasuhnya. Meski demikian, si bayi hanya mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit terdekat.

Kejadian nahas ini berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu, korban yang bernama Olivia, sedang berada di Detos bersama keluarganya, yakni sang ayah Palopo Aritonang, ibundanya, Anna, kakaknya yakni Iras (5) serta dua pembantu, masing-masing Rupini (16) dan Susi (15).

Setelah memarkir mobil, keluarga yang tinggal di Jalan Raya Sawangan RT 04/09 Rangkapan Jaya, Sawangan, itu bergegas dari ground floor menuju ke lantai satu. Kemudian, mereka naik eskalator lagi saat hendak menuju ke lantai dua. Palopo dan Anna naik duluan diiringi Iras, sementara Rupini yang menggendong Olivia naik di belakangnya bersama-sama Susi.

Akan tetapi, rupanya Susi belum terbiasa naik eskalator hingga masih merasa takut-takut sewaktu sudah sampai di pertengahan. Dia pun limbung. Sekonyong-konyong Susi mencengkeram lengan kanan Rupini. Hal tersebut membuat Rupini kaget, sehingga tidak sadar gendongan terhadap Olivia terlepas.

Seketika, Olivia terjatuh dan terguling di eskalator setinggi tiga meter. Begitu tergeletak di bawah, bayi ini mengalami shock dan menangis hebat. Kondisi tersebut langsung menimbulkan kepanikan di lokasi. Oleh petugas pengamanan Detos, Olivia segera diangkat serta dilarikan ke Rumah Sakit Bunda, di Jalan Margonda Raya.

Pada waktu ditemui di rumah sakit, Rupini mengaku baru sekitar tiga bulan kerja pada keluarga tersebut, sementara Susi, yang asal Lampung, bahkan baru dua bulan bekerja.”Susi memang belum biasa naik eskalator, makanya jadi agak takut,” ungkap Rupini terbata-bata.

Adapun menurut penuturan Kepala Operasi Detos, Wowok, pihaknya langsung membawa Olivia ke rumah sakit terdekat. Terkait musibah yang dialami korban, hal itu murni karena kecelakaan karena terlepas dari gendongan pengasuhnya.

”Walau demikian, kami tetap membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepatnya,” papar Wowok seraya mengimbau kepada warga yang belum terbiasa naik escalator agar tidak segan meminta bantuan kepada petugas.( (Republika)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Trus nasib kedua pengasuhnya gimana ya? Mudah-mudahan majikannya bersikap arif menanggapinya sehingga tdk ada kesewenangan yang terjadi.

News Feed