Luar Biasa! Mahkamah Khusus Ulama

wisuda-ulama2.jpg
Beberapa jam yang lalu saya dan teman-teman di Redaksi Syiar sempat berbincang dengan Ayatullah Durri Najaf Abadi, Jaksa Agung Republik Islam Iran.

Beliau dengan telaten menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan seputar isu-isu hukum seperti penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.



Yang paling menarik adalah jawabanya saat kami tanya tentang sepakterjang ulama. Sebagaimana kita ketahui bersama, di Indonesai setiap orang bisa mengklaim diri sebagai ulama sehingga sering muncul stigma negatif akibat prilaku oknum-oknum yang mengatasnamakan ulama, kyai dan habib demi kepentingan pribadi dan kelompok. Yang memprihatinkan adalah tidak adanya proses formal untuk seleksi dan verifikasi dan penetapan kriteria baku seorang ulama dan mubalig.

Menjawab itu, Durri Najaf-Abadi mengatakan, ada tiga mahkamah khusus di Republik Islam Iran, yang menangani kasus-kasus luar biasa terkait dengan penyalahgunaan wewenang publik, yaitu mahkamah khusus militer, mhkamah khusus aparat hukum dan mahkamah khusus ulama.

Tentang Mahkamah khusus ulama, Durri menjelaskan struktur lembaga dan cara kerjanya sampai sanksi-sanksi dan contoh-contoh kasus yang sempat ditanganinya.

Mungkin pendirian Mahkamah khsus ulama dan mubalig di Indonesia dapat mengurangi aksi main hakim sendiri, aksi lempar tuduhan ‘sesat’, penipuan berkedok ulama dan aksi jual beli dukungan politik yang kian marak di negeri kita.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. soal mahkamah2 khusus, di Indonesia jg ada lho…

    Ada mahkamah khusus militer…(sistem kerja: senioritas is everything)

    Ada mahkamah khusus pejabat (sistem kerja: selama dia menjabat atau dekat dng pejabat yg masih kuat, maka bebaskan)

    Ada mahkamah khusus pengemplang BLBI….(sistem kerja: sejauh mungkin bebaskan beban para pengemplang dari hutang2nya)

    dan masih banyak lagi mahkamah2 khusus lainnya dengan sistem kerja yang simple sekaligus sophisticated.

  2. di indonesia juga kan ada MUI tapi cara kerja nya jauuuuuuuuuuuuuh banget ama yang di Iran mungkin karena jaraknya jauh jadi jauuuuuuuuuh banget yah cara kerja nya

  3. kalau di indonesia ada mahkamah khusus ulama, akan banyak yg buang peci, sorban tergeletak di jalan, gamis berserakan…..saving private ulama/kiai/the habibs….

  4. Setuju sama Abu Hani, cuman mungkin bukan banyak yang buang peci atau sorban, tapi banyak yang harus DIBUANG alias diambil secara paksa peci atau sorbannya…

  5. Saya mau nambahin buat Abu Hani n gue aja, bayangin nantinya malah ada 'Ulama Hunter" mirip pemburu hadiah yang suka berburu penjahat tapi ini berburu Ulama yang sok alim dan sok ulama. Bayangin ada "Ulama Hunter" naik kuda nguber-nguber "Ulama Bandel" nah tuh ulama lari terbirit-birit masih pake gamis/sarung, sorban/pecinya miring-miring ngibrit ketakutan ditangkep…hue..he..he

News Feed