“DAKWAH MAKSA”

Salah satu teks yang dianggap oleh banyak orang sebagai hadis Nabi SAW adalah “Sampaikanlah apapun dariku walau hanya satu ayat.

Teks ini bisa dipahami dan diterima secara rasional, dan bisa pula ditafsirkan secara apa adanya.

Bila ditafsirkan apa adanya, maka yang terjadi adalah kekacauan karena hilangnya asas kompetensi dan parameter keteladanan.

Bila dipahami secara rasional, maka teks itu berbunyi ” Sampaikanlah apapun (yang kamu bisa pertanggungawabkan secara ilmiah) dari(ajaran)ku dengan penafsiran yang logis) walau satu ayat.”

Dakwah tanpa memperhatikan etika dan tanpa memenuhi syarat-syarat fikihnya adalah agresi.

Dakwah tanpa etika adalah modus dominasi. Memposisikan orang lain sebagai objek yang diceramahi mudah ditunggangi oleh kehendak menganggap orang lain lebih rendah. Tidak sedikit yang menjadikan dakwah sebagai sarana menguasai objek dakwah sehingga kehilangan kemandirian berpikir, bersikap dan menentukan pilihan-pilihan dalam hidup.

Dakwah juga tidak selalu meniscayakan keunggulan dalam keyakinan. Sebagian orang menjadikan “dakwah” (provokasi debat) sebagai cara menguji keyakinan sendiri dan memantapkan diri yang bimbang.

Secara fikih, hukum “dakwah” bisa wajib, mustahab dan bisa haram, bergantung kepada subjek hukumnya serta mengikuti, tema, waktu, tempat, audiens, dan lainnya.

Salah satu syarat wajibnya berdakwah adalah kompetensi ilmiah. Dakwah menjadi wajib atas seseorang bila ia memahami secara utuh aspek hukum masalah yang disampaikannya.

Efektivitas juga merupakan salah satu syarat. Pendakwah juga harus punya dugaan kuat bahwa apa yang disampaikannya tidak menimbulkan efek negatif yang lebih besar, bahkan berguna.

Pendakwah harus sadar ruang dan waktu. Yang patut atau dianggap relevan disampaikan di suatu tempat belum tentu patut disampaikan di tempat lain.

Bila ketagihan dakwah atau merasa harus melakukan amar makruf dan belum bisa memastikan efek positif dari dakwah yang dilakukan, lebih aman berdiri depan cermin lalu menarikan mulut atau membeli hp kedua untuk menerima share nasihatnya sendiri.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed