Malaysia Minta Korban Tsunami Aceh Minggat Awal Januari

Pemerintah Malaysia meminta kepada para pengungsi yang sebagian besar berasal dari korban tsunami Aceh 2004 silam untuk segera angkat kaki. Mereka diberi batas waktu menetap di negeri Jiran hingga awal Januari 2009.


Seperti dikutip Associated Press, Selasa (26/8/2008), pemerintah melakukan hal ini karena para pengungsi itu termasuk pendatang illegal di negeri Jiran. Mereka diberikan batas waktu menetap hingga 5 Januari 2009.


Sekira 40 ribu penduduk berbondong-bondong ke Malaysia dari Aceh setelah terjadi gempa berkekuatan besar yang diikuti gelombang tsunami dan menewaskan sekira 130 ribu orang.


Ribuan orang itu sudah kembali ke Indonesia pada 2005 lalu. Namun, pemerintah Malaysia memprediksi dari jumlah tersebut, sekira 25 ribu orang di antaranya masih berada di Malaysia dengan status illegal. Sehingga mereka harus dikeluarkan dari Malaysia.


“Kami mengizinkan mereka bekerja di sini (karena alasan kemanusiaan). Karena kami akan membantu mereka untuk mendapatkan uang untuk membangun kembali rumah dan makan bagi keluarga,” kata Direktur Imigrasi Malaysia Ishak Mohammed.


Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah Malaysia, mengestimasikan sekira 25.593 oang korban tsunami Aceh yang bekerja sebagai pekerja kasar, konstruksi bangunan, pabrik-pabrik dan restoran.


Malaysia sendiri saat ini memang sedang gencar untuk melakukan pengetatan jumlah tenaga kerja asing terutama yang illegal, karena mereka sering kali membuat aksi kriminal di Malaysia.


Petugas di Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, Eko Suripto mengatakan dinas imigrasi Malaysia hanya melaporkan mengenai rencana menahan jumlah imigran asal korban tsunami Aceh, tanpa memberikan keterangan lebih detail. (okezone)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

News Feed